Bitcoin Cetak Streak Tiga Bulan Terbaik Sejak 2012, Sinyal Bull Run atau Jebakan?
Baca dalam 60 detik
- Bitcoin menorehkan kenaikan tiga bulan beruntun (Juli, Agustus, September) untuk pertama kalinya sejak 2012, dengan total gain signifikan.
- Pola serupa pada 2012 diikuti reli 2.000% hingga April 2013, namun struktur pasar kini jauh berbeda dengan dominasi institusi dan likuiditas derivatif.
- Aliran dana ke ETF spot AS mencapai $5,5 miliar sejak Agustus, tetapi kebijakan suku bunga The Fed menjadi penentu utama keberlanjutan momentum.

Bitcoin mencatatkan kenaikan harga selama tiga bulan berturut-turut pada Juli, Agustus, dan September 2026 โ sebuah fenomena yang hanya terjadi sekali dalam sejarah cryptocurrency ini, tepatnya pada 2012. Data CoinDesk menunjukkan harga Bitcoin naik 4,8% pada Juli, melesat 25,2% pada Agustus, dan masih positif 10,9% di September dengan posisi di sekitar $86.140. Pencapaian ini memicu spekulasi apakah pasar sedang memasuki fase bull run yang agresif atau justru mendekati titik jenuh.
Pada 2012, setelah tiga bulan hijau (41%, 6,4%, dan 24,4%), Oktober justru ditutup merah dengan penurunan 9,7%. Namun, dari titik terendah $10,17 pada 26 Oktober 2012, Bitcoin melesat lebih dari 2.000% dalam 165 hari hingga menyentuh $230 pada April 2013. Pola itulah yang kini menjadi rujukan sebagian analis, meski jumlah sampel yang terlalu kecil membuat generalisasi berisiko. "Sejarah tidak terulang, tetapi sering kali berirama," ujar Nicolai Sondergaard, analis senior Nansen, kepada CoinDesk, seraya menambahkan bahwa siklus empat tahun Bitcoin masih menjadi kerangka yang diamati pasar.
Perbedaan mendasar terletak pada struktur pasar. Pada 2012, Bitcoin hanya aset tipis dengan kapitalisasi di bawah $10 dan bisa digerakkan oleh segelintir pembeli. Kini, Bitcoin adalah kelas aset global bernilai triliunan dolar dengan partisipasi institusi besar, likuiditas spot dan derivatif yang dalam, serta beragam strategi seperti opsi, futures, dan basis trade. "Reli lebih dari 2.000% seperti yang terjadi setelah 2012 tidak bisa menjadi ekspektasi wajar untuk 2026," tegas Vikram Subburaj, CEO bursa Giottus asal India. Menurutnya, perubahan utama adalah pada struktur pasar: kenaikan 2012 dimulai dari pasar yang bisa diubah oleh sekelompok kecil pembeli, sedangkan 2026 bergantung pada apakah kumpulan modal besar terus mengalokasikan dana setelah keuntungan termudah diraih.
Minat institusi kembali terlihat dari arus masuk ke ETF spot Bitcoin yang terdaftar di AS. Sejak Agustus, produk-produk ini telah menarik lebih dari $5,5 miliar dana investor, menurut data SoSoValue. "Durabilitas alokasi tersebut lebih penting," kata Subburaj. Lacie Zhang, kepala riset Bitget Wallet, menilai signifikansi pola historis kali ini lebih pada pendorongnya, yakni aliran institusi ke ETF yang dapat terus menyerap pasokan di kuartal keempat bahkan ketika short squeeze mereda. Namun, ia mengingatkan bahwa kondisi makro tetap menjadi penyeimbang utama. "The Fed menaikkan suku bunga ke 3,75%โ4,00% dan memberi sinyal kenaikan lagi tahun ini. Apakah arus masuk spot tetap positif setelah squeeze mereda akan menjadi sinyal durabilitas yang lebih berguna daripada pola kalender itu sendiri," ujarnya.
Bagi investor Indonesia, fenomena ini menawarkan pelajaran penting. Pasar kripto domestik semakin terhubung dengan likuiditas global, sehingga pergerakan Bitcoin di AS cepat merembet ke bursa lokal seperti Indodax dan Pintu. Regulasi aset kripto di Indonesia yang berada di bawah OJK sejak 2025 juga membuka peluang bagi produk investasi berbasis kripto yang lebih terstruktur, meski risiko volatilitas tetap tinggi. Apresiasi rupiah terhadap dolar AS dapat mempengaruhi daya beli investor lokal, sementara kenaikan suku bunga The Fed berpotensi memperkuat dolar dan menekan harga aset berisiko, termasuk kripto.
Ke depan, pertanyaannya bukan sekadar apakah Oktober akan merah atau hijau, melainkan apakah aliran dana institusi ke ETF mampu bertahan di tengah ketidakpastian makro. Jika arus masuk tetap positif, narasi bull run mungkin masih berlanjut. Namun, jika The Fed kembali menaikkan suku bunga, koreksi sehat bisa menjadi skenario yang lebih realistis. Pasar akan menguji seberapa dalam koreksi yang terjadi dan apakah itu menjadi titik masuk baru atau awal dari siklus penurunan.



