Persija Rekrut Marselino Ferdinan di Detik Terakhir Bursa Transfer, Kontrak Dua Tahun
Baca dalam 60 detik
- Persija Jakarta resmi mengikat Marselino Ferdinan dengan durasi kontrak dua musim pada penutupan pendaftaran pemain BRI Super League 2026/2027.
- Gelandang 22 tahun itu kembali ke kompetisi domestik setelah dua tahun minim menit bermain di Oxford United dan baru menjalani operasi lutut pada Agustus 2026.
- Manajemen Macan Kemayoran menaruh harapan besar pada pemulihan Marselino untuk mendongkrak ambisi juara, sekaligus membuka babak baru kerja samanya dengan Shin Tae-yong.

Persija Jakarta memastikan diri mendapatkan tanda tangan Marselino Ferdinan tepat pada hari terakhir penutupan pendaftaran pemain BRI Super League 2026/2027, Rabu (23/9/2026). Gelandang berusia 22 tahun itu diikat kontrak berdurasi dua musim, menandai kepulangannya ke kompetisi domestik setelah tiga tahun berkarier di Eropa.
Langkah ini menjadi manuver penutup Macan Kemayoran di bursa transfer awal musim. Klub ibu kota tersebut sebelumnya telah melakukan sejumlah perekrutan, namun kedatangan Marselino dinilai sebagai sinyal paling serius bahwa Persija tidak sekadar melengkapi skuad, melainkan membangun fondasi serangan untuk perburuan gelar.
Keputusan ini juga menutup periode tidak ideal dalam karier Marselino di luar negeri. Bersama Oxford United, ia tercatat hanya tampil dua kali dengan total 14 menit sepanjang dua tahun. Situasi itu diperparah oleh cedera lutut yang memaksanya menjalani operasi pada pertengahan Agustus 2026, tepat ketika ia sedang mengikuti pemusatan latihan Timnas Indonesia menuju Piala AFF 2026.
Manajer Persija, Ardhi Tjahjoko, tidak menyembunyikan harapan besar terhadap rekrutan anyarnya. Menurutnya, kualitas Marselino sudah terbukti di level internasional dan hanya perlu waktu untuk kembali ke kondisi terbaik.
"Kami berharap cederanya bisa pulih secepatnya dan Marselino dapat segera bergabung dengan tim. Kita semua tahu kemampuan Marselino begitu luar biasa," ujar Ardhi. "Kami yakin dengan modal yang ia miliki dapat berkontribusi besar bagi Persija di sisa musim ini."
Bagi Persija, merekrut pemain yang sedang dalam masa pemulihan bukan tanpa risiko. Namun, manajemen tampaknya menghitung bahwa nilai jangka panjang Marselino jauh melampaui ketidakpastian jangka pendek. Usia yang masih muda, pengalaman di Eropa, dan statusnya sebagai bagian inti Timnas Indonesia membuatnya menjadi aset strategis, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Dari sisi pemain, kepulangan ini bisa dibaca sebagai upaya membangun kembali momentum. Selama di Belgia bersama KMSK Deinze dan kemudian di Inggris, Marselino memang jarang mendapat kepercayaan tampil reguler. Kompetisi domestik menawarkan panggung yang lebih akrab, di mana ia pernah mencuri perhatian bersama Persebaya Surabaya dengan torehan 34 penampilan, tujuh gol, dan sembilan assist sebelum hijrah pada awal 2023.
Faktor lain yang tidak bisa diabaikan adalah reuni dengan Shin Tae-yong. Pelatih asal Korea Selatan itu adalah sosok yang memberikan panggilan perdana kepada Marselino ke Timnas Indonesia empat tahun lalu. Kedekatan ini berpotensi mempercepat adaptasi, terutama karena Shin Tae-yong memahami betul karakter permainan dan kebutuhan pemainnya.
Konteks Indonesia: kepindahan Marselino ke Persija menjadi cermin dinamika sepak bola nasional yang semakin cair. Klub-klub besar tidak lagi ragu memulangkan pemain yang sempat kesulitan di luar negeri, dengan harapan bisa merevitalisasi karier mereka sekaligus meningkatkan daya saing liga. Bagi BRI Super League, kehadiran nama seperti Marselino berpotensi mendongkrak atensi penonton dan nilai komersial kompetisi, terutama jika ia mampu kembali ke performa terbaiknya.
Di sisi lain, publik sepak bola Indonesia tentu menanti apakah Marselino bisa membuktikan bahwa kepulangan ini bukan langkah mundur, melainkan strategi jangka panjang menuju Piala Dunia 2030. Persija berharap bisa menjadi jembatan pemulihan, sementara Marselino perlu membuktikan bahwa 14 menit di Oxford hanyalah catatan kelam yang bisa ia tinggalkan.
Yang jelas, bursa transfer telah ditutup, dan sekarang bola berada di kaki Marselino. Akankah ia menjelma menjadi pembeda bagi Persija di sisa musim, atau justru tersandung bayang-bayang cedera yang belum sepenuhnya hilang?



