Susan Sarandon dan Olivia Colman Bergabung dalam Serial Thriller "Army of Shadows"
Baca dalam 60 detik
- Dua peraih Oscar, Susan Sarandon dan Olivia Colman, resmi masuk jajaran pemain serial drama Channel 4 berjudul Army of Shadows.
- Serial enam episode ini diadaptasi dari film klasik Jean-Pierre Melville (1969) dan novel Joseph Kessel, mengangkat tema perlawanan di Britania yang terokupasi.
- Dengan sentuhan kreator Ronan Bennett, proyek ini berpotensi menjadi tontonan berkualitas yang juga menyoroti isu resistensi dan kekuasaan.

Channel 4 memastikan bahwa serial drama terbarunya, Army of Shadows, akan diperkuat oleh dua aktris peraih Academy Award: Susan Sarandon dan Olivia Colman. Kabar ini menandai langkah signifikan bagi proyek yang tengah menjalani produksi di Paris dan London tersebut.
Keterlibatan Sarandon dan Colman diumumkan langsung oleh Channel 4 bersama Studiocanal dan Two Cities Television. Meski peran keduanya belum diungkap, kehadiran mereka menambah bobot jajaran pemain yang sudah mencakup Kit Harington, Paddy Considine, America Ferrera, dan Alex Hassell. Kombinasi nama-nama ini mengindikasikan ambisi besar di balik layar.
Serial ini merupakan adaptasi dari film Army of Shadows (1969) karya sutradara legendaris Jean-Pierre Melville, yang diangkat dari novel Joseph Kessel. Kisah aslinya berfokus pada perlawanan Prancis terhadap pendudukan Nazi selama Perang Dunia II. Namun, versi baru ini menawarkan twist: latar Britania Raya yang berada di bawah pendudukan. Naskahnya digarap oleh Ronan Bennett, yang sebelumnya menciptakan serial MobLand.
Sinopsis resmi menggambarkan Britania yang tampak normal, tetapi bendera-bendera berbeda, berita disensor, dan orang-orang enggan berbicara terbuka. Di tengah situasi itu, seorang mantan tentara bernama Berry membangun jaringan perlawanan rahasia. Ia diikuti oleh sekelompok orang biasa—tentara, mahasiswa, radiografer, jurnalis—yang memutuskan untuk tidak lagi menutup mata. Mereka menghadapi negara dengan jangkauan tak terbatas, menteri kejam, dan operatif intelijen Amerika bernama Jessie.
"Army of Shadows adalah thriller yang menegangkan dan mengalir tentang berapa harga sebenarnya dari sebuah perlawanan. Jika negara Anda diduduki, apa yang akan Anda lakukan?" demikian bunyi sinopsis tersebut.
Bagi penonton Indonesia, kehadiran proyek seperti ini bisa menjadi cermin atas isu-isu resistensi, pengawasan, dan kedaulatan yang kerap muncul dalam diskursus publik. Selain itu, distribusi serial melalui platform streaming global memungkinkan akses lebih luas, termasuk di Indonesia, meski belum ada pengumuman resmi mengenai tanggal rilis atau mitra distribusi lokal. Industri hiburan Tanah Air dapat mengambil pelajaran dari cara Channel 4 mengemas narasi sejarah dengan bintang kelas dunia dan sentuhan kreator ternama.
Dengan jajaran pemain yang solid dan premis yang kuat, Army of Shadows berpotensi menjadi salah satu serial paling dinanti. Pertanyaannya, akankah adaptasi ini mampu menyamai atau bahkan melampaui reputasi film klasiknya? Waktu yang akan menjawab, tetapi antusiasme pasar global sudah terlihat.



