Kebakaran Bapenda Ganggu Pusat Kendali Lalin Jakarta: Dishub Pastikan Layanan Tetap Normal
Baca dalam 60 detik
- Insiden kebakaran di Gedung Bapenda DKI memaksa relokasi pusat kendali lalu lintas, namun operasional lampu merah dan pengaturan di persimpangan tetap berjalan.
- Dishub DKI mengerahkan personel hingga tingkat suku dinas untuk memantau titik rawan kemacetan pascainsiden di Jalan Abdul Muis.
- Call center 1500813 dialihkan sementara ke kantor Pusdatin MT Haryono tanpa mengganggu layanan pengaduan masyarakat.

Kebakaran yang melanda Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis pada Jumat lalu memaksa Dinas Perhubungan (Dishub) DKI merombak sistem pengendalian lalu lintasnya. Meski ruang operasional Sistem Pengendalian Lalu Lintas (SPLL) ikut terdampak, pemerintah provinsi menjamin mobilitas warga tidak akan lumpuh.
Kepala Dishub DKI Jakarta, Budi Awaluddin, dalam keterangan resminya, Minggu, menegaskan bahwa seluruh layanan lalu lintas, termasuk lampu lalu lintas di berbagai persimpangan, tetap beroperasi normal. "Kami menyiapkan langkah antisipasi di lapangan agar mobilitas masyarakat tetap terlayani," ujarnya. Pernyataan ini sekaligus meredam kekhawatiran akan terjadinya kekacauan arus kendaraan di tengah proses pemulihan pascainsiden.
Sebagai bentuk antisipasi, Dishub DKI akan menempatkan personel di sejumlah persimpangan yang dinilai rawan kepadatan. Petugas dari jajaran Dishub hingga Suku Dinas Perhubungan di lima wilayah kota administrasi Jakarta akan dikerahkan untuk melakukan pengaturan dan pemantauan langsung. Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada titik macet yang dibiarkan tanpa kendali, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.
Selain pengaturan di lapangan, Dishub juga melakukan penataan ulang dukungan operasional SPLL. Salah satu langkah konkretnya adalah merelokasi petugas Call Center 1500813 ke Kantor Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Perhubungan di MT Haryono. Budi memastikan masyarakat tetap dapat menghubungi nomor tersebut selama proses pemindahan berlangsung. "Kami terus melakukan penyesuaian operasional agar layanan dapat kembali optimal," tambahnya.
- Lampu lalu lintas di Jakarta tetap beroperasi penuh pascakebakaran.
- Relokasi call center ke MT Haryono tidak memutus layanan pengaduan.
- Personel Dishub disebar di simpang prioritas untuk mencegah kemacetan.
Insiden kebakaran yang terjadi di lantai 11 hingga 16 gedung Bapenda ini tidak hanya berdampak pada operasional kantor pelayanan pajak, tetapi juga menyentuh infrastruktur vital transportasi kota. SPLL yang selama ini menjadi pusat kendali lampu lalu lintas dan pemantauan CCTV di Jakarta terpaksa dievakuasi. Meski demikian, Dishub menjamin tidak ada gangguan berarti pada sistem yang terhubung langsung dengan pusat kendali tersebut.
Budi Awaluddin juga mengimbau masyarakat untuk mematuhi arahan petugas di lapangan, terutama di persimpangan yang mengalami pengaturan langsung. "Jika ada petugas yang mengatur, harap mengikuti instruksi demi kelancaran bersama," imbaunya. Imbauan ini menjadi penting mengingat tidak semua simpang dilengkapi lampu lalu lintas cadangan.
Peristiwa ini menjadi uji ketahanan infrastruktur perkotaan Jakarta. Ketergantungan pada satu pusat kendali tunggal seperti SPLL menunjukkan perlunya sistem redundansi yang lebih kuat. Ke depan, pertanyaan yang mengemuka adalah apakah Pemprov DKI akan mempercepat pengembangan sistem pengendalian lalu lintas berbasis cloud atau terdistribusi agar kejadian serupa tidak lagi melumpuhkan layanan publik.



