Dave Franco Terhubung dengan Karakter di Forgotten Island, Ungkap Kesamaan Pribadi
Baca dalam 60 detik
- Dave Franco mengisi suara Raww, makhluk shapeshifter dalam film animasi Forgotten Island, dan merasa memiliki kemiripan sifat dengan tokoh tersebut.
- Aktor 41 tahun itu memuji sutradara Joel Crawford dan Januel P. Mercado yang sebelumnya menggarap Puss in Boots: The Last Wish.
- Franco mengaku sebagai pribadi tertutup, namun belajar lebih terbuka saat mempromosikan film.

Aktor Hollywood Dave Franco mengungkapkan bahwa ia dapat merasakan keterhubungan mendalam dengan karakter yang ia isi suaranya dalam film animasi terbaru, Forgotten Island. Dalam wawancara dengan E! News, pria berusia 41 tahun itu menyatakan bahwa ada irisan antara kepribadiannya dan Raww, makhluk mitos yang mampu berubah wujud.
Franco menggambarkan Raww sebagai sosok yang memiliki kesetiaan tinggi dan kasih sayang yang tulus terhadap orang-orang terdekatnya. "Orang-orang yang ia cintai, ia cintai dengan sangat dalam; dia pria yang sangat loyal, dan jauh di lubuk hatinya, ia hanya ingin dicintai. Saya bisa merasakan itu," ujarnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa proses pengisian suara bukan sekadar pekerjaan teknis, melainkan juga upaya menemukan resonansi emosional dengan tokoh fiksi.
Ketertarikan Franco pada proyek ini tidak lepas dari sosok dua sutradara di belakangnya, Joel Crawford dan Januel P. Mercado. Keduanya dikenal sebagai otak di balik Puss in Boots: The Last Wish, film animasi yang mendapat pujian kritis. Franco mengaku langsung merasa cocok ketika mendengar visi mereka. "Mereka mereferensikan film-film yang saya sukai. Mereka berbicara tentang bagaimana Forgotten Island memiliki struktur mirip The Hangover, tema persahabatan seperti Superbad, dan elemen lain dari Eternal Sunshine. Saya langsung tahu bahwa kami memiliki sensibilitas yang sama," tuturnya.
Di sisi lain, kehidupan pribadi Franco bersama sang istri, Alison Brie, sempat menjadi sorotan. Ia pernah mengungkapkan cerita kontroversial tentang momen intim mereka di wahana Pirates of the Caribbean di Disneyland dalam podcast Call Her Daddy. Meski begitu, Franco menegaskan bahwa ia lebih suka menjaga privasi. "Saya pada dasarnya orang yang tertutup, sehingga mempromosikan film terasa agak aneh karena itu bukan zona nyaman saya. Tapi saya belajar untuk menerima bahwa ini bagian besar dari pekerjaan saya, dan saya akan berusaha sebaik mungkin serta menjadi rentan," jelasnya.
"Saya bisa merasakan keterhubungan dengan Raww. Dia sangat loyal dan hanya ingin dicintai." โ Dave Franco
Bagi industri animasi, keterlibatan aktor mapan seperti Franco dalam proyek Forgotten Island menunjukkan tren peningkatan nilai produksi film animasi yang menyasar penonton dewasa. Referensi ke komedi dewasa seperti The Hangover dan Superbad menandakan bahwa film ini tidak sekadar tontonan anak-anak, melainkan juga menyasar demografi yang lebih luas. Hal ini sejalan dengan strategi studio yang kerap menggabungkan bintang live-action untuk memperkuat daya tarik pasar.
Di Indonesia, film-film animasi dengan tema persahabatan dan pencarian jati diri kerap mendapat sambutan hangat, terutama jika memiliki cerita yang menyentuh. Kehadiran pengisi suara ternama seperti Franco dapat menjadi daya tarik tambahan bagi penonton lokal, meskipun jadwal rilis di tanah air belum dipastikan. Para penggemar animasi di Indonesia mungkin berharap film ini segera tayang, mengingat popularitas sutradara Crawford dan Mercado lewat Puss in Boots.
Ke depan, apakah Forgotten Island mampu mengulang kesuksesan kritis dan komersial seperti film sebelumnya? Dengan kombinasi cerita yang menyentuh, referensi budaya pop yang kuat, dan pengisi suara yang tepat, peluangnya terbuka lebar. Namun, tantangan tetap ada: pasar animasi dewasa semakin kompetitif, dan ekspektasi penonton terhadap kualitas narasi terus meningkat.



