PSIM Benahi Stadion Sultan Agung Usai Keluhan Suporter, Fokus pada Air dan Single Seat
Baca dalam 60 detik
- Panpel PSIM Yogyakarta memperbaiki saluran air di tribune terbuka Stadion Sultan Agung setelah menerima keluhan dari suporter.
- Perbaikan melibatkan Disdikpora Bantul dan pengelola stadion, dengan target meningkatkan kenyamanan dan keamanan penonton.
- Langkah ini menjadi ujian komitmen manajemen menjelang laga kandang melawan Persija Jakarta pada 10 Oktober 2026.

Panitia pelaksana (Panpel) PSIM Yogyakarta bergerak cepat menanggapi keluhan suporter dengan memperbaiki fasilitas Stadion Sultan Agung, Bantul. Fokus utama pembenahan adalah saluran air di area tribune terbuka, yang selama ini dikeluhkan karena ketersediaan air di kamar mandi dinilai kurang memadai.
Perbaikan ini dilakukan bersama Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bantul serta pengelola stadion. Ketua Panpel PSIM, Ermantino Handokomulyo, menyatakan bahwa langkah tersebut merupakan respons langsung atas masukan dari kelompok suporter Brajamusti dan The Maident. "Kami berterima kasih kepada Disdikpora Bantul dan pengelola stadion yang telah bekerja sama memperbaiki saluran air di tribune terbuka," ujarnya, Selasa (22/9/2026).
Menurut Ermantino, perbaikan saat ini sedang berlangsung menyeluruh, mencakup gate 1 hingga gate 14. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami suporter pada pertandingan sebelumnya. "Kami mohon maaf atas kendala tersebut. Secara bertahap, kami akan terus meningkatkan kenyamanan setiap pendukung PSIM," tambahnya.
Selain saluran air, Panpel PSIM juga menyiapkan langkah lanjutan untuk merawat single seat dan meningkatkan kebersihan tribune. "Evaluasi tidak berhenti pada air. Kami juga akan merawat single seat dan menjaga kebersihan agar pengalaman menonton semakin aman dan nyaman," jelas Ermantino.
Pembenahan ini menjadi krusial mengingat PSIM akan menjamu Persija Jakarta pada pekan keempat BRI Super League 2026/2027 di Stadion Sultan Agung (10/10/2026). Laga tersebut diprediksi menarik banyak penonton, sehingga kualitas fasilitas menjadi sorotan. PSIM sendiri masih terseok di papan bawah dengan koleksi satu poin dari tiga pertandingan, hasil dari satu imbang dan dua kekalahan.
Dalam konteks sepak bola Indonesia, respons cepat PSIM terhadap keluhan suporter menunjukkan kesadaran akan pentingnya pengalaman menonton di stadion. Klub-klub Liga 1 dan BRI Super League semakin dituntut untuk tidak hanya fokus pada performa tim, tetapi juga kenyamanan dan keamanan fasilitas. Hal ini sejalan dengan upaya PSSI dan operator liga untuk meningkatkan standar penyelenggaraan pertandingan, terutama setelah sejumlah insiden terkait fasilitas stadion di berbagai daerah.
Ke depan, keberhasilan perbaikan ini akan diuji pada laga melawan Persija. Jika suporter merasa nyaman, langkah PSIM bisa menjadi contoh bagi klub lain dalam mengelola stadion. Namun, jika kendala serupa terulang, tekanan publik terhadap manajemen akan kembali menguat. Akankah PSIM mampu menjadikan Stadion Sultan Agung sebagai kandang yang benar-benar ramah bagi pendukungnya?



