Dolph Lundgren Ungkap Pertimbangan 'Bunuh Diri Legal' di Tengah Perjuangan Kanker
Baca dalam 60 detik
- Aktor Dolph Lundgren mengungkap pernah mempertimbangkan bunuh diri legal saat berjuang melawan kanker.
- Ia didiagnosis salah kanker ginjal pada 2015, lalu kanker paru pada 2022, dan dinyatakan bebas kanker pada 2024.
- Lundgren berharap kisahnya menginspirasi orang lain untuk tetap positif menghadapi masalah hidup.

Aktor laga Dolph Lundgren, yang dikenal sebagai Ivan Drago dalam film Rocky IV, membuka tabir kelam perjuangannya melawan kanker. Dalam memoar terbarunya, Fights Worth Fighting: Finding Strength In Struggle, ia mengaku sempat mempertimbangkan untuk mengakhiri hidup secara legal di tengah keputusasaan menghadapi penyakit tersebut.
Pria berusia 68 tahun itu pertama kali didiagnosis kanker ginjal pada 2015, namun diagnosis tersebut ternyata keliru. Pada 2020, kanker telah menyebar dan dokter memperkirakan usianya tidak akan panjang. Puncaknya, pada 2022, dokter menemukan bahwa ia sebenarnya mengidap kanker paru. Setelah menjalani serangkaian pengobatan, Lundgren mengumumkan pada 2024 bahwa ia telah bebas kanker.
Dalam memoarnya, Lundgren menuturkan bahwa ia pernah berpikir untuk melakukan bunuh diri dengan bantuan medis di negara seperti Swiss yang mengizinkan praktik tersebut bagi pasien terminal. Ia bahkan telah berbicara dengan saudaranya, Johan, yang bersedia membantunya karena kondisinya saat itu sangat lemah. "Saya tidak tahu kondisi saya nanti, bisa jadi sangat buruk dan tidak mampu melakukannya sendiri," tulisnya. Namun, rencana itu tidak pernah terwujud setelah ia bertemu dengan Dr. Alexandra Drakaki, yang menurutnya menyelamatkan hidupnya.
Lundgren juga mengungkapkan bahwa ia menjalani apa yang disebut terapi penyintas kanker (survivorship therapy) untuk mengatasi gangguan stres pascatrauma (PTSD) yang dialaminya. "Rasanya seperti tentara yang kembali dari perang, karena Anda telah berhadapan dengan kematian," ujarnya kepada Entertainment Weekly. Dalam terapi, ia belajar bahwa hidup ini penuh ketidakpastian, dan pengalaman kanker membuatnya lebih menghargai setiap momen.
"Saya harap saya bisa menginspirasi orang-orang yang memiliki masalah sendiri—bukan hanya kanker—untuk tetap positif dan terus berjuang."
— Dolph Lundgren
Kisah Lundgren menyoroti pentingnya kesehatan mental bagi para penyintas kanker. Di Indonesia, kanker masih menjadi salah satu penyebab kematian utama, dan banyak pasien yang berjuang tidak hanya melawan penyakit fisik tetapi juga tekanan psikologis. Dukungan psikologis dan akses terhadap perawatan paliatif masih menjadi tantangan. Pengalaman Lundgren dapat menjadi cermin bahwa harapan sering kali datang dari tempat tak terduga, seperti diagnosis yang tepat dan terapi yang tepat.
Ke depan, kisah Lundgren diharapkan dapat memicu diskusi lebih luas tentang pentingnya deteksi dini, akurasi diagnosis, dan dukungan mental bagi pasien kanker. Pertanyaannya, apakah sistem kesehatan di berbagai negara, termasuk Indonesia, sudah cukup siap menangani dimensi psikologis dari penyakit mematikan ini?



