Fergus Tierney Berlatih Terpisah di GBK, Sinyal Cedera atau Kelelahan Jelang ASEAN Cup 2026?
Baca dalam 60 detik
- Striker Timnas Malaysia, Fergus Tierney, menjalani latihan terpisah di Lapangan B Gelora Bung Karno, Selasa (22/9/2026), memicu spekulasi cedera.
- Tierney baru tiba dari Siprus setelah penerbangan panjang, sementara persaingan lini depan Malaysia memanas dengan kehadiran Bergson da Silva.
- Pelatih Tan Cheng Hoe dihadapkan pada dilema kebugaran dan strategi menjelang laga perdana ASEAN Cup 2026.

Striker Timnas Malaysia, Fergus Tierney, menjadi sorotan dalam sesi latihan perdana Harimau Malaya di Lapangan B Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (22/9/2026) malam WIB. Pemain berusia 23 tahun itu terlihat menjalani program latihan terpisah dari rekan-rekannya, memicu pertanyaan mengenai kondisinya menjelang FIFA ASEAN Cup 2026.
Dalam sesi yang terbuka untuk media tersebut, Tierney hanya didampingi seorang pelatih fisik, sementara pemain lain berlatih kolektif di sisi lapangan yang berbeda. Meski belum ada konfirmasi resmi dari tim medis, kelelahan akibat perjalanan panjang dari Eropa ke Jakarta—menempuh lebih dari 20 jam penerbangan—diduga menjadi penyebab utama. Tierney baru saja memperkuat klub Siprus, Omonia 29th May, dalam beberapa laga terakhir.
Keputusan Tierney hengkang dari Johor Darul Ta'zim ke Omonia 29th May pada bursa transfer musim panas 2026 lalu membuktikan ambisinya menimba ilmu di liga Eropa. Sejauh ini, ia telah tampil dalam empat pertandingan resmi dan menyumbang satu gol serta satu assist. Performa tersebut membuatnya tetap diperhitungkan di skuad Malaysia, meski persaingan di lini depan semakin ketat.
Kehadiran Bergson da Silva yang baru saja resmi menjadi warga negara Malaysia menambah opsi di lini serang. Pelatih Tan Cheng Hoe kini memiliki banyak alternatif, namun juga harus cermat mengelola menit bermain dan kondisi fisik pemain. Tierney, dengan pengalaman di liga Siprus, tetap menjadi aset berharga jika dalam kondisi prima.
"Kami harus memastikan semua pemain dalam kondisi terbaik. Latihan terpisah adalah bagian dari program pemulihan, bukan indikasi cedera serius," ujar sumber internal tim seperti dikutip dari laporan media Malaysia.
Bagi Indonesia, dinamika di kubu Malaysia ini menjadi perhatian tersendiri. Sebagai salah satu rival utama di ASEAN Cup 2026, kekuatan lini depan Malaysia akan sangat mempengaruhi peta persaingan Grup B yang juga dihuni Vietnam dan Filipina. Jika Tierney absen atau tidak dalam performa puncak, peluang Indonesia untuk mendominasi lini pertahanan lawan bisa lebih terbuka. Namun, kehadiran Bergson da Silva tetap menjadi ancaman serius.
FIFA ASEAN Cup 2026 sendiri menjadi ajang pembuktian bagi tim-tim Asia Tenggara setelah format baru diperkenalkan. Malaysia, yang tergabung di Grup B, akan memulai kiprahnya melawan Vietnam pada 26 September mendatang. Sementara itu, Indonesia di Grup A akan menghadapi Thailand di laga pembuka. Pertemuan kedua tim hanya akan terjadi jika keduanya melaju hingga babak gugur.
Kebugaran Tierney akan terus dipantau. Jika ia pulih tepat waktu, duet dengan Bergson da Silva bisa menjadi kombinasi mematikan. Sebaliknya, jika kondisi tidak memungkinkan, Tan Cheng Hoe harus segera menyiapkan rencana alternatif. Publik Malaysia berharap latihan terpisah ini hanya bagian dari manajemen beban, bukan pertanda buruk.
Menarik dinantikan bagaimana strategi Tan Cheng Hoe meracik lini depan Harimau Malaya. Apakah Tierney tetap menjadi pilihan utama, atau justru Bergson da Silva yang mengambil alih peran? Jawabannya akan terlihat dalam laga perdana melawan Vietnam nanti.



