Norrie Bangkit dari Tepi Kekalahan, De Minaur Tersingkir di Montreal
Baca dalam 60 detik
- Cameron Norrie menyelamatkan match point dan membalikkan keadaan saat tertinggal 5-2 di set kedua untuk mengalahkan Alex de Minaur di Canadian Open.
- Kekalahan De Minaur menyisakan Ben Shelton sebagai satu-satunya wakil top-10 di sektor putra Montreal, menyusul mundurnya Sinner dan Djokovic serta tumbangnya Zverev dini.
- Di nomor putri Toronto, Aryna Sabalenka dan Iga Swiatek melaju mulus, dengan Sabalenka hanya kalah sekali dari 26 pertandingan lapangan keras musim ini.

Petenis Inggris Cameron Norrie mencatat salah satu kemenangan paling dramatis di Canadian Open 2025 dengan membalikkan keadaan ketika nyaris tersingkir. Tertinggal satu set dan 5-2 di set kedua, Norrie menyelamatkan match point dan akhirnya menaklukkan unggulan ketiga asal Australia, Alex de Minaur, dengan skor 5-7, 7-6 (7-5), 6-1 dalam laga yang berlangsung 2 jam 52 menit di Montreal, Rabu waktu setempat.
Kemenangan ini menjadi yang keenam dalam tujuh pertandingan terakhir Norrie, setelah pekan lalu ia mencapai semifinal di Los Cabos. Namun, jalan menuju kemenangan itu penuh liku. De Minaur, yang menempati peringkat tujuh dunia, tampil agresif sejak awal dan dua kali berpeluang menutup pertandingan saat memimpin 5-4 di set kedua. Namun, dua kali pula ia melakukan double fault yang krusial, termasuk saat menghadapi match point di atas servisnya sendiri.
Norrie, yang kini berperingkat 37 dunia, mengakui kualitas lawan dan mentalitasnya diuji. "Ini kemenangan yang luar biasa untuk menguji level saya, dan saya bisa mengambil banyak kepercayaan diri dari sini. Level permainan sangat tinggi di dua set pertama. Sejak awal, dia tampil menekan dan saya harus bisa mengimbanginya," ujarnya seperti dikutip BBC Sport.
Dengan tersingkirnya De Minaur, hanya Ben Shelton yang tersisa sebagai wakil top-10 di sektor putra Montreal. Kondisi ini semakin memperlihatkan betapa terbukanya peluang bagi pemain di luar unggulan. Sebelumnya, Jannik Sinner dan Novak Djokovic mundur sebelum turnamen dimulai, sementara Alexander Zverev langsung tersingkir di laga pertamanya. Daniil Medvedev, Taylor Fritz, dan Flavio Cobolli juga gugur di babak kedua.
Bagi penggemar tenis Indonesia, kejutan di Montreal ini menegaskan bahwa persaingan tenis putra semakin tidak terduga. Dengan absennya sejumlah nama besar, peluang bagi pemain non-unggulan untuk menembus babak akhir semakin terbuka. Hal ini bisa menjadi inspirasi bagi petenis muda Indonesia yang berusaha menembus level ATP, meski tantangan infrastruktur dan pembinaan masih menjadi pekerjaan rumah.
Sementara itu, di ajang WTA 1000 yang berlangsung di Toronto, Aryna Sabalenka melanjutkan dominasinya di lapangan keras. Unggulan pertama ini hanya kalah sekali dari 26 pertandingan di permukaan tersebut musim ini, yaitu di final Australian Open melawan Elena Rybakina. Sabalenka mengalahkan Zhang Shuai 6-3, 6-4 dan akan berhadapan dengan Ekaterina Alexandrova di babak berikutnya.
Iga Swiatek juga tampil efisien dengan menundukkan Viktorija Golubic 6-2, 6-1 hanya dalam 66 menit. Namun, tantangan berat menantinya: Marta Kostyuk, yang pernah mengalahkannya di perempat final Prancis Terbuka Juni lalu, tampil perkasa dengan menyingkirkan Madison Keys 6-3, 6-1. Jessica Pegula, unggulan ketiga, meraih kemenangan ke-40 musim ini setelah mengatasi Kamilla Rakhimova 6-4, 6-0 di sela hujan.
Dari delapan pemain top-10 putri, hanya Linda Noskova yang tersingkir lebih awal, sementara Karolina Muchova absen karena cedera. Ini menunjukkan konsistensi para unggulan di sektor putri, berbeda dengan kekacauan di sektor putra. Pertanyaan besarnya: akankah Sabalenka atau Swiatek mampu mempertahankan performa hingga final, atau mampukah pemain seperti Kostyuk menciptakan kejutan lagi? Jawabannya akan mulai terlihat di babak keempat, dan publik tenis dunia, termasuk Indonesia, akan menyaksikan siapa yang mampu bertahan di tengah ketatnya persaingan.



