Cedera Lutut Memaksa Sinner Mundur dari Cincinnati Open, Persiapan US Open Terancam
Baca dalam 60 detik
- Petenis nomor satu dunia, Jannik Sinner, dipastikan absen dari Cincinnati Open 2025 akibat cedera lutut kanan, menyusul mundurnya dari Kanada Terbuka.
- Absennya Sinner dan Carlos Alcaraz membuat turnamen pemanasan US Open kehilangan dua bintang terbesarnya, membuka peluang bagi petenis lain.
- Fokus Sinner kini beralih penuh ke US Open yang dimulai 30 Agustus, namun kondisi fisiknya masih menjadi tanda tanya besar.

Jannik Sinner, penguasa peringkat satu dunia, memutuskan mundur dari Cincinnati Open yang akan berlangsung pekan ini akibat cedera lutut kanan. Keputusan ini diumumkan langsung oleh penyelenggara turnamen pada Minggu (9/8) waktu setempat, sekaligus menjadi pukulan telak bagi persiapan petenis Italia itu menuju US Open akhir bulan ini.
Petenis berusia 24 tahun yang baru saja mengangkat trofi Grand Slam kelimanya di Wimbledon itu sebelumnya juga telah batal tampil di Kanada Terbuka, turnamen pemanasan utama jelang US Open. Dengan dua kali mundur beruntun, kekhawatiran akan kebugaran fisiknya semakin menguat, terutama karena Cincinnati Open merupakan ajang di mana ia sukses menjadi juara pada 2024 dan runner-up tahun lalu di bawah Carlos Alcaraz.
"Setelah berkonsultasi dengan dokter dan tim saya, saya harus mengumumkan bahwa saya perlu mundur dari turnamen Masters 1000 di Cincinnati," ujar Sinner dalam pernyataan resminya. "Lutut kanan saya terus mengganggu, dan meskipun kami sudah bekerja keras dengan tim medis, saya harus menerima bahwa saya belum siap untuk bertanding."
Kekosongan yang ditinggalkan Sinner semakin memperparah situasi turnamen. Sebelumnya, Carlos Alcaraz, juara bertahan US Open, juga dipastikan absen karena cedera pergelangan tangan. Dengan absennya dua nama besar tersebut, peta persaingan di Cincinnati Open yang dimulai 13 Agustus menjadi terbuka lebar bagi petenis lain untuk merebut gelar.
Bagi penggemar tenis di Indonesia, kabar ini tentu mengecewakan. Sinner memiliki basis penggemar yang cukup besar di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, berkat gaya bermainnya yang agresif dan kepribadiannya yang rendah hati. Namun, di sisi lain, absennya dua unggulan teratas justru bisa menjadi berkah bagi petenis Asia yang ingin menembus babak akhir turnamen besar. Petenis seperti Casper Ruud, Daniil Medvedev, atau bahkan Alexander Zverev kini berpeluang lebih besar untuk tampil sebagai kandidat juara.
Menurut analis tenis, keputusan Sinner untuk mundur adalah langkah yang bijak meski pahit. "Lebih baik kehilangan satu turnamen daripada mempertaruhkan karier jangka panjang. Cedera lutut adalah masalah serius yang bisa berlarut-larut jika dipaksakan," ujar seorang pengamat yang enggan disebut namanya. Ia juga menambahkan bahwa fokus Sinner kini seharusnya tertuju pada pemulihan total agar bisa tampil prima di Flushing Meadows.
Sinner sendiri mengaku sangat kecewa tidak bisa bermain di Cincinnati. "Saya sangat kecewa tidak bisa bermain di Cincinnati... Saya tidak sabar untuk kembali tahun depan, dan sekarang saya fokus untuk bersiap menghadapi US Open," tuturnya. Namun, pertanyaan besarnya adalah: akankah ia benar-benar pulih tepat waktu? Dengan jadwal padat menuju US Open, waktu pemulihan Sinner sangat sempit. Ia harus memastikan lututnya benar-benar kuat untuk menghadapi pertandingan lima set yang melelahkan.
Absennya Sinner dan Alcaraz juga berdampak pada rating dan minat penonton. Turnamen tanpa dua bintang terbesar dunia sering kali kehilangan daya tarik komersial. Namun, bagi para petenis muda yang sedang naik daun, ini adalah kesempatan emas untuk menunjukkan kemampuan mereka di panggung besar. Siapa yang akan memanfaatkan peluang ini? Kita tunggu saja bagaimana jalannya turnamen di Cincinnati.



