Gwyneth Paltrow Ungkap Asal Istilah 'Conscious Uncoupling' dan Tekanan yang Menyertainya
Baca dalam 60 detik
- Gwyneth Paltrow menjelaskan bahwa istilah 'conscious uncoupling' lahir dari komitmennya dan Chris Martin untuk tetap menjadi keluarga meski bercerai.
- Ia mengaku sempat kehilangan peran film akibat kontroversi istilah tersebut, yang dianggap terlalu panas untuk distributor.
- Pendekatan ini menyoroti pentingnya komunikasi dan bantuan profesional dalam perceraian demi kesejahteraan anak.

Aktris Gwyneth Paltrow mengungkap latar belakang istilah "conscious uncoupling" yang viral pada 2014, yang ternyata berasal dari tekadnya dan Chris Martin untuk tetap menjadi keluarga setelah perceraian. Pasangan yang menikah pada 2003 dan berpisah pada 2014 itu memiliki dua anak, Apple (22) dan Moses (20).
Dalam wawancara di podcast Friends Keep Secrets, Paltrow menceritakan bahwa ia dan Martin berusaha mencari cara agar perpisahan tidak menimbulkan luka berkepanjangan bagi anak-anak. Ia mengaku bertanya kepada teman-teman yang berasal dari keluarga bercerai tentang pengalaman terburuk mereka. Jawaban yang muncul justru bukan soal perpisahan itu sendiri, melainkan ketegangan yang berlangsung bertahun-tahun setelahnya. "Mereka bilang bagian terburuk adalah melihat orang tua saling bermusuhan, tidak pernah makan semeja hingga wisuda," ujar Paltrow menirukan cerita teman-temannya.
Berkaca dari hal itu, Paltrow dan Martin memutuskan untuk berkonsultasi dengan seorang terapis. Terapis tersebut memperkenalkan konsep conscious uncoupling, yang menekankan komitmen untuk mengutamakan anak-anak meski status sebagai pasangan telah berakhir. "Kami berkomitmen untuk tetap menjadi keluarga meskipun bukan lagi pasangan," jelasnya.
Meski demikian, Paltrow mengakui bahwa menjalani conscious uncoupling tidak selalu mulus. Ia mengenang suatu ketika ia dan Martin harus menenangkan diri di teras rumah sebelum brunch mingguan bersama anak-anak. "Kami saling memandang dan berkata, 'Jangan sekarang.' Lalu kami berpelukan, tos, dan tetap pergi brunch," tuturnya.
Dampak dari istilah tersebut ternyata tidak hanya pada kehidupan pribadi. Paltrow mengaku pernah kehilangan peran dalam sebuah film karena kontroversi yang ditimbulkan. "Saya sedang dalam proses perceraian, lalu saya dipecat. Sungguh menyenangkan," ujarnya dengan nada sarkastis dalam podcast Good Hang bersama Amy Poehler.
"Kami benar-benar duduk dan berpikir, apakah ada cara untuk melakukan ini?" โ Gwyneth Paltrow
Pendekatan conscious uncoupling yang dipopulerkan Paltrow menyoroti tren perceraian yang lebih sadar di kalangan selebritas dan masyarakat umum. Di Indonesia, konsep ini mulai relevan seiring meningkatnya kesadaran akan kesehatan mental anak pasca perceraian. Meski demikian, stigma sosial dan keterbatasan akses layanan konseling keluarga masih menjadi tantangan.
Ke depan, kisah Paltrow dapat menjadi refleksi bagi pasangan yang menghadapi perpisahan: apakah mungkin mengakhiri pernikahan tanpa merusak ikatan keluarga? Jawabannya mungkin tidak mudah, tetapi upaya untuk tetap hadir sebagai orang tua tampaknya menjadi kunci.



