Ruby Rose Kenang Hayden Panettiere: Sahabat yang Mengubah Hidupnya
Baca dalam 60 detik
- Ruby Rose mengungkapkan kesedihannya atas kepergian Hayden Panettiere, yang ia sebut sebagai sahabat dan teman bicara setiap hari selama lima tahun.
- Keduanya pertama bertemu di sebuah acara industri, di mana Hayden yang supel langsung menyapa dan mengajak bicara, meski Ruby awalnya ragu.
- Ruby menegaskan komitmennya untuk menghormati warisan Hayden dengan menceritakan kisahnya secara benar, terutama demi putri Hayden, Kaya.

Aktris Ruby Rose tidak dapat menahan air matanya saat mengenang sahabatnya, Hayden Panettiere, yang meninggal dunia pada usia 36 tahun bulan lalu. Dalam wawancara dengan Entertainment Tonight, Ruby mengungkapkan bahwa kehilangan Hayden sangat menghancurkan karena mereka terbiasa berkomunikasi setiap hari selama lima tahun terakhir. "Dia adalah sahabatku. Kami berbicara setiap hari selama lima tahun," ujarnya dengan suara bergetar.
Ruby, yang juga hadir dalam upacara peringatan di Malibu akhir pekan lalu, mengenang pertemuan pertama mereka yang tidak biasa. Ia mengaku awalnya enggan menjalin pertemanan dengan sesama selebriti karena pengalaman buruk di industri hiburan. Namun, Hayden yang dikenal supel justru menghampirinya dan mengajak bicara. "Aku melihatnya, dia melihatku, dan aku hanya berpikir, 'Oh, tidak.' Tapi dia berlari menghampiri dan berkata, 'Hei, aku Hayden. Bisa kita bicara? Kita punya banyak kesamaan.' Aku hanya tertawa," kenang Ruby.
Sejak saat itu, keduanya menjadi tak terpisahkan. Ruby menyebut Hayden sebagai sosok yang pemberani dan tanpa rasa takut. "Hayden selalu ingin ceritanya didengar dengan caranya sendiri, dengan syaratnya sendiri," tambahnya. Hayden ditemukan tidak sadarkan diri di sebuah Airbnb di South Carolina oleh kekasihnya, Brian Hickerson, dan saudaranya, Zach. Ia meninggalkan seorang putri berusia 11 tahun, Kaya, dari hubungannya dengan petinju Wladimir Klitschko.
Dalam unggahan di Instagram Story, Ruby mengaku masih banyak yang ingin ia sampaikan tentang Hayden, tetapi ia ingin melakukannya dengan benar demi Kaya. "Aku butuh lebih banyak waktu untuk melakukan ini dengan benar untuk Kaya. Aku juga butuh kesabaran dari semua orang. Tunggu semua informasinya," tulisnya. Ia juga menyebut bahwa saat ini situasinya "berisik, salah, dan menakutkan", sehingga ia terus meminta nasihat Hayden seperti yang biasa ia lakukan.
"Jika peran kami ditukar, dia pasti sudah menyelesaikan ini. H kami yang pemberani menghadapi segalanya dengan berani. Dia tidak takut."
Kepergian Hayden Panettiere tidak hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan sahabatnya, tetapi juga bagi para penggemar yang mengenalnya sebagai bintang serial Heroes. Bagi Ruby Rose, kehilangan ini menjadi pukulan berat karena Hayden adalah tempatnya bersandar selama bertahun-tahun. Ia berharap publik dapat menghormati prosesnya dalam mengungkapkan rasa kehilangan dan memberikan ruang bagi keluarga Hayden, terutama Kaya, untuk berduka dengan tenang.
Di Indonesia, berita ini juga menarik perhatian para penggemar film dan serial televisi. Hayden Panettiere dikenal luas melalui perannya sebagai Claire Bennet di Heroes, yang sempat populer di tanah air pada akhir 2000-an. Kepergiannya mengingatkan kita akan pentingnya kesehatan mental dan dukungan sosial, terutama di kalangan selebriti yang sering menghadapi tekanan industri. Kasus Hayden juga menyoroti bagaimana hubungan pertemanan yang kuat dapat menjadi penyangga di saat-saat sulit.
Ruby Rose sendiri belum memberikan pernyataan lebih lanjut mengenai penyebab kematian Hayden. Namun, ia menegaskan bahwa ia akan terus berjuang untuk memastikan kisah Hayden didengar dengan benar. "Aku akan melakukan yang terbaik untuk Kaya," janjinya. Sementara itu, pihak keluarga Hayden belum merilis pernyataan resmi terkait detail kematiannya.
Ke depan, publik menantikan bagaimana Ruby Rose akan mengenang Hayden melalui proyek atau kegiatan yang mungkin ia lakukan. Apakah ia akan membuat film dokumenter atau buku tentang persahabatan mereka? Ataukah ia akan fokus pada mendukung Kaya? Yang jelas, kisah persahabatan mereka telah menyentuh banyak hati dan menjadi pengingat akan arti kehilangan.



