Aryna Sabalenka Tersingkir di Kanada, Sinyal Bahaya Jelang US Open
Baca dalam 60 detik
- Petenis nomor satu dunia Aryna Sabalenka kembali menelan kekalahan mengejutkan, kali ini di tangan Ekaterina Alexandrova pada babak 16 besar Kanada Terbuka.
- Kekalahan ini memperpanjang tren negatif Sabalenka yang gagal mencapai final sejak Maret, memunculkan keraguan menjelang pertahanan gelar US Open.
- Di sisi lain, sejumlah unggulan seperti Jessica Pegula dan Cameron Norrie juga tersingkir, sementara petenis muda seperti Diana Shnaider dan Rafael Jodar tampil mengejutkan.

Kekalahan demi kekalahan mulai menghantui langkah Aryna Sabalenka. Petenis nomor satu dunia asal Belarusia itu kembali tersingkir lebih awal, kali ini di babak 16 besar Kanada Terbuka di Toronto, hanya beberapa pekan sebelum ia dijadwalkan mempertahankan gelar US Open. Sabalenka takluk dari Ekaterina Alexandrova, unggulan ke-16 asal Rusia, dengan skor 7-6 (7-3), 4-6, 6-4 dalam pertarungan sengit yang berlangsung hampir dua setengah jam.
Pertandingan itu menjadi cermin inkonsistensi yang menghantui Sabalenka sepanjang musim panas ini. Setelah memenangkan Miami Open pada Maret, ia belum pernah lagi menembus babak final. Di Prancis Terbuka, ia berhenti di perempat final, dan di Wimbledon, langkahnya terhenti di babak 16 besar. Kekalahan dari Alexandrova menambah daftar panjang hasil mengecewakan, dan memunculkan pertanyaan besar tentang kesiapannya menghadapi Grand Slam di Flushing Meadows.
Di sisi lain, kemenangan Alexandrova terasa spesial. Petenis Rusia itu mengaku bermain dengan intensitas tinggi sejak poin pertama. "Saya hanya mencoba memainkan setiap poin seolah itu yang terakhir, karena melawan dia, Anda tidak punya banyak peluang," ujarnya usai laga. Ia juga mengakui sempat ragu setelah kehilangan set kedua, tetapi berhasil bangkit dan memanfaatkan kesalahan ganda Sabalenka saat servis untuk memastikan kemenangan.
Kekalahan Sabalenka bukan satu-satunya kejutan di sektor putri. Unggulan ketiga Jessica Pegula juga harus angkat koper setelah dikalahkan Diana Shnaider, petenis muda Rusia berusia 22 tahun, dengan skor 6-3, 6-3. Ini merupakan kekalahan perdana Pegula dari Shnaider. Sementara itu, Iga Swiatek, unggulan ketujuh, nyaris tersingkir di set pembuka melawan Marta Kostyuk. Ia sempat tertinggal 3-6 dengan performa servis yang buruk, namun bangkit dan memenangi dua set berikutnya 6-1, 6-2 untuk melaju ke semifinal.
Di sektor putra, petenis Inggris Cameron Norrie juga gagal melaju setelah kalah dari Arthur Fils, unggulan ke-18 asal Prancis, dengan skor 6-2, 7-6 (10-8). Norrie sempat menyelamatkan tiga match point di set kedua, tetapi akhirnya menyerah dalam tie-break yang dramatis. Fils selanjutnya akan berhadapan dengan Rafael Jodar, remaja Spanyol berusia 19 tahun yang mengejutkan dengan mengalahkan unggulan kedelapan Jiri Lehecka 6-3, 6-3.
Bagi penggemar tenis di Indonesia, hasil ini memberikan gambaran bahwa persaingan menuju US Open semakin terbuka. Dengan tersingkirnya Sabalenka lebih awal, peluang petenis lain untuk merebut gelar semakin besar. Namun, konsistensi tetap menjadi kunci, dan Sabalenka harus segera menemukan kembali performa terbaiknya jika ingin mempertahankan mahkota di New York. Pertanyaannya, mampukah ia bangkit di tengah tekanan yang semakin besar?



