Kepemilikan West Ham Bergeser: Konsorsium Amanda Staveley Caplok Saham Keluarga Gold
Baca dalam 60 detik
- Kesepakatan jual-beli saham West Ham beralih ke konsorsium yang dipimpin Amanda Staveley setelah negosiasi dengan Daniel Kretinsky buntu.
- Langkah ini berpotensi mengubah peta kekuatan di klub yang baru terdegradasi ke Championship, dengan Staveley membawa pengalaman dari suksesnya akuisisi Newcastle.
- Proses pre-emption masih berlangsung, memberi peluang bagi pemegang saham lain untuk membeli saham tersebut sebelum resmi berpindah tangan.

Kepemilikan West Ham United kembali menjadi sorotan setelah Vanessa Gold, putri dari mantan ketua klub David Gold, mengumumkan kesepakatan untuk menjual saham keluarganya kepada konsorsium yang dipimpin Amanda Staveley. Kesepakatan ini muncul setelah rencana penjualan kepada pengusaha asal Ceko, Daniel Kretinsky, gagal terealisasi. Langkah ini dipandang sebagai titik balik bagi klub yang baru saja terdegradasi dari Premier League, sekaligus membuka babak baru dalam struktur kepemilikan klub London tersebut.
Keluarga Gold memegang 25,1 persen saham West Ham melalui kepercayaan keluarga. Dalam pernyataannya, Vanessa Gold mengonfirmasi bahwa ia telah mencapai kesepakatan dengan konsorsium yang terdiri dari PCP Capital Partners, dipimpin oleh Amanda Staveley dan Mehrdad Ghodoussi, bersama dengan Ashland Forest Capital Partners. Meski demikian, proses ini masih tunduk pada mekanisme pre-emption, yang memberikan hak kepada pemegang saham eksisting untuk membeli saham tersebut terlebih dahulu. "Saya ingin transparan kepada para penggemar mengenai posisi dan niat saya," ujar Gold, menekankan bahwa proses belum selesai.
Kegagalan kesepakatan dengan Kretinsky menjadi catatan penting. Pada 12 Juni lalu, Gold dan Kretinsky telah menyepakati penjualan, tetapi berbagai kendala membuat kesepakatan itu tidak dapat diselesaikan. Kretinsky, yang melalui perusahaannya 1890s Holdings memegang 27 persen saham, sebenarnya berpeluang menjadi pemegang saham mayoritas jika pembelian 16 persen saham keluarga Gold berhasil. Namun, dengan batalnya kesepakatan tersebut, peta kepemilikan West Ham kembali berubah. David Sullivan tetap menjadi pemegang saham terbesar dengan 38,8 persen, sementara Kretinsky masih memegang porsi signifikan.
Kehadiran Amanda Staveley dalam konsorsium ini menarik perhatian karena rekam jejaknya di dunia sepak bola Inggris. Staveley, melalui PCP Capital Partners, memainkan peran kunci dalam akuisisi Newcastle United oleh Dana Investasi Publik Arab Saudi (PIF) pada 2021. Pengalamannya dalam menangani negosiasi kompleks dan restrukturisasi klub menjadi nilai tambah yang diyakini dapat membawa stabilitas bagi West Ham. "Konsorsium ini membawa pengalaman mendalam dan pemahaman tentang apa yang dibutuhkan untuk memimpin klub sepak bola yang sukses," kata Gold, menambahkan keyakinannya terhadap kemampuan mereka.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergeseran kepemilikan di klub-klub Eropa sering kali menjadi indikator tren investasi global. Kehadiran figur seperti Staveley, yang dikenal dekat dengan investor Timur Tengah, dapat membuka peluang bagi investor Asia, termasuk Indonesia, untuk lebih aktif dalam kepemilikan klub Eropa. Meski belum ada keterlibatan langsung dari investor Indonesia, pola akuisisi seperti ini menunjukkan bahwa sepak bola Inggris tetap menjadi lahan investasi yang menarik meski klub mengalami degradasi.
Secara lebih luas, perubahan kepemilikan ini terjadi di tengah tantangan finansial yang dihadapi West Ham setelah turun kasta. Klub harus beradaptasi dengan pendapatan yang lebih rendah dari hak siar dan komersial, sementara tetap mempertahankan daya saing untuk kembali promosi. Konsorsium baru diharapkan tidak hanya membawa modal, tetapi juga strategi jangka panjang yang jelas. Pertanyaannya, akankah Staveley mampu mengulang kesuksesan seperti di Newcastle, atau justru menghadapi kesulitan yang berbeda di West Ham? Hanya waktu yang akan menjawab, namun langkah ini jelas menjadi sinyal bahwa para pemilik lama mulai melepas kendali, membuka jalan bagi era baru di London Stadium.



