Watford Gaet Kiper Bologna dengan Klausul Promosi Premier League
Baca dalam 60 detik
- Federico Ravaglia bergabung ke Watford dengan status pinjaman selama satu musim, disertai opsi pembelian yang berubah menjadi kewajiban jika klub promosi ke Premier League.
- Kedatangan kiper 26 tahun ini melanjutkan tren rekrutan Italia di Watford, setelah pelatih Alessio Dionisi dan gelandang Edoardo Bove.
- Ravaglia, yang tampil 25 kali di semua kompetisi musim lalu, berharap mendapat menit bermain lebih banyak setelah bersaing dengan Skorupski di Bologna.

Watford resmi mendatangkan kiper Bologna, Federico Ravaglia, dengan skema pinjaman selama satu musim yang disertai opsi pembelian. Menurut laporan Sky Sport Italia, opsi tersebut akan berubah menjadi kewajiban jika Watford berhasil meraih promosi ke Premier League pada akhir musim.
Kesepakatan ini menambah daftar panjang pemain Italia yang merumput di Vicarage Road. Sebelumnya, Watford telah menunjuk Alessio Dionisi sebagai pelatih kepala dan mendatangkan gelandang Edoardo Bove secara gratis pada bursa transfer lalu. Dionisi, yang akrab dengan sepak bola Italia, tampaknya ingin membangun skuad dengan nuansa Serie A yang kental.
Bagi Ravaglia, kepindahan ini menjadi peluang untuk mendapatkan waktu bermain yang lebih reguler. Di Bologna, ia harus bersaing ketat dengan kiper utama Lukasz Skorupski. Meski kerap menjadi pilihan kedua, Ravaglia mencatatkan 25 penampilan di semua kompetisi musim lalu, termasuk di Serie A, Liga Europa, Piala Super Italia, dan Coppa Italia. Namun, statistiknya kurang impresif: ia hanya mencatat dua clean sheet dan kebobolan 45 gol.
Ravaglia merupakan produk asli akademi Bologna. Ia menjalani serangkaian masa pinjaman ke klub-klub Italia seperti Sudtirol, Gubbio, Frosinone, dan Reggina sebelum kembali ke Stadio Dall'Ara pada 2023. Pengalaman di berbagai level kompetisi Italia diharapkan membantunya beradaptasi dengan cepat di sepak bola Inggris.
Bagi Watford, langkah ini menunjukkan ambisi untuk segera kembali ke Premier League setelah terdegradasi pada 2022. Dengan Dionisi di kursi pelatih dan beberapa pemain Italia di skuad, klub asal London tersebut berharap kombinasi taktik dan pengalaman dapat membawa mereka bersaing di papan atas Championship.
Namun, keputusan untuk mengandalkan kiper yang belum terbukti konsisten di level tertinggi bisa menjadi risiko. Ravaglia perlu menunjukkan performa gemilang untuk membayar kepercayaan yang diberikan, terutama jika Watford ingin memastikan promosi dan mengaktifkan kewajiban pembelian. Akankah Ravaglia menjadi kunci sukses Watford musim ini, atau justru menjadi titik lemah?



