Chelsea Incar Bek Muda Atalanta di Tengah Sanksi FA yang Ditangguhkan
Baca dalam 60 detik
- Chelsea dikabarkan telah melakukan pendekatan kepada agen Giorgio Scalvini, bek tengah Atalanta berusia 22 tahun, dengan banderol ยฃ34 juta.
- Sanksi larangan registrasi pemain dari FA masih ditangguhkan hingga 2027, memberi ruang bagi Chelsea untuk tetap aktif di bursa transfer.
- Langkah ini menegaskan strategi BlueCo yang fokus pada pemain muda potensial, meski harus menyeimbangkan skuad yang sudah padat di lini belakang.

Chelsea kembali menunjukkan agresivitasnya di bursa transfer musim panas ini. Klub asal London Barat itu dikabarkan telah menjalin komunikasi dengan agen dari Giorgio Scalvini, bek tengah muda Atalanta, yang nilainya ditaksir mencapai ยฃ34 juta atau sekitar Rp700 miliar. Ketertarikan ini muncul di tengah situasi rumit yang dihadapi The Blues, yang baru saja dijatuhi denda dan sanksi oleh Federasi Sepak Bola Inggris (FA).
FA menjatuhkan denda sebesar ยฃ10 juta dan larangan registrasi pemain selama dua jendela transfer yang ditangguhkan. Hukuman ini merupakan konsekuensi dari 74 pelanggaran historis yang melibatkan agen, perantara, dan investasi pihak ketiga pada era kepemilikan Roman Abramovich. Pelanggaran tersebut baru terungkap setelah konsorsium BlueCo mengambil alih klub pada 2022 dan melaporkannya secara sukarela. Meski awalnya sempat ada hukuman pengurangan enam poin, banding akhirnya meringankannya menjadi larangan registrasi yang ditangguhkan hingga 30 Juni 2027. Artinya, Chelsea masih bisa mendatangkan pemain baru selama tidak ada pelanggaran relevan lainnya yang memicu sanksi tersebut.
Kabar ketertarikan pada Scalvini pertama kali diungkapkan oleh jurnalis Italia, Luca Cerchione. Menurut laporannya, agen baru Scalvini, Ali Barat, telah menerima kontak dari Chelsea. Atalanta sendiri mematok harga ยฃ34 juta, angka yang lebih rendah dibandingkan valuasi ยฃ52 juta pada musim panas lalu. Penurunan harga ini kemungkinan dipengaruhi oleh riwayat cedera yang membayangi pemain berpostur 6 kaki 4 inci tersebut.
Scalvini, yang bergabung dengan akademi Atalanta sejak 2015, berkembang pesat di bawah asuhan Gian Piero Gasperini. Ia dikenal sebagai bek tengah modern dengan kemampuan membawa bola ke lini tengah, tenang saat ditekan, dan agresif dalam duel. Musim lalu, ia mencatatkan 24 penampilan di Serie A dengan torehan tiga gol dan satu assist. Namun, kariernya sempat terganggu oleh cedera ligamen anterior (ACL) pada lutut kiri yang dideritanya pada Juni 2024, yang memaksanya absen dari Euro 2024. Setelah kembali, ia juga mengalami cedera bahu serius serta masalah otot, pergelangan kaki, dan adduktor yang membatasi menit bermainnya.
Bagi Chelsea, Scalvini dipandang sebagai investasi jangka panjang yang sejalan dengan filosofi BlueCo yang gemar merekrut pemain muda berbakat. Namun, lini belakang Chelsea saat ini sudah terlalu penuh. Kehadiran Maxence Lacroix yang baru diboyong dari Crystal Palace dengan biaya ยฃ52 juta, serta kembalinya Levi Colwill dari cedera, membuat persaingan semakin ketat. Trevoh Chalobah, Axel Disasi, dan Benoit Badiashile dikabarkan bisa hengkang, sementara Mamadou Sarr juga dikaitkan dengan peminjaman. Dengan kondisi tersebut, mendatangkan bek baru sebelum ada pemain yang dijual tampak kurang masuk akal secara praktis.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kabar ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub-klub Eropa harus cermat dalam mengelola keuangan dan regulasi. Chelsea, yang dikenal boros di bursa transfer, kini harus berpikir dua kali sebelum membelanjakan uangnya. Sanksi yang ditangguhkan menjadi pengingat bahwa kepatuhan terhadap aturan finansial adalah kunci keberlanjutan klub. Selain itu, ketertarikan pada pemain muda seperti Scalvini juga bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Indonesia untuk mulai melirik talenta muda berbakat dari liga-liga Eropa sebagai investasi jangka panjang.
Meski demikian, langkah Chelsea untuk mendekati Scalvini masih sebatas penjajakan. Belum ada tawaran resmi atau negosiasi formal. Chelsea tampaknya menunggu kepastian soal pemain yang akan dijual untuk menyeimbangkan skuad. Jika berhasil menjual beberapa pemain bertahan, bukan tidak mungkin mereka akan bergerak cepat untuk mengamankan tanda tangan Scalvini. Namun, tim medis Chelsea juga harus memastikan kondisi fisik Scalvini benar-benar pulih dari serangkaian cedera yang dialaminya.
Ke depannya, keputusan Chelsea akan menjadi ujian bagi strategi transfer mereka di bawah Xabi Alonso. Apakah mereka berani mengambil risiko dengan pemain yang memiliki potensi besar tetapi riwayat cedera panjang? Atau mereka akan lebih berhati-hati dan memilih opsi lain yang lebih aman? Pertanyaan ini akan terjawab dalam beberapa pekan ke depan, seiring berjalannya bursa transfer musim panas.



