Foden Siap Balas Kepercayaan Manchester City di Era Maresca
Baca dalam 60 detik
- Gelandang Manchester City, Phil Foden, menandatangani kontrak baru hingga 2030 sebagai bentuk komitmen klub di tengah penurunan performanya.
- Era baru di bawah Enzo Maresca diharapkan menjadi momentum kebangkitan Foden setelah musim lalu diwarnai cedera dan masalah di luar lapangan.
- Foden optimistis City tetap bisa bersaing meraih gelar meski kehilangan sejumlah pemain kunci dan berganti pelatih.

Phil Foden memasuki musim depan dengan tekad membara. Gelandang Manchester City itu berjanji akan membalas kepercayaan klub yang baru saja memberinya kontrak anyar berdurasi empat tahun, sekaligus menyambut babak baru di bawah kepelatihan Enzo Maresca. Setelah dua musim yang jauh dari kata memuaskan, pemain berusia 26 tahun ini merasa sudah saatnya kembali ke performa terbaiknya.
Kontrak baru yang diteken Foden pada bulan lalu menjadi sinyal kuat bahwa City masih percaya pada kualitasnya. Kesepakatan ini mengikatnya di Etihad Stadium hingga 2030, sebuah langkah yang menurut Foden memberinya ketenangan pikiran. "Saya merasa rileks dan bisa fokus menjadi versi terbaik dari diri saya, serta memberikan kembali kepada klub yang telah mempercayai saya," ujarnya. Ia menambahkan, dukungan dari klub sangat berarti dan ia merasa sudah waktunya untuk membalasnya.
Perjalanan Foden bersama City memang penuh prestasi. Debut di tim utama pada usia 17 tahun di bawah Pep Guardiola, ia telah mengoleksi 369 penampilan, enam gelar Premier League, satu trofi Liga Champions, dan dua Piala FA. Namun, dua musim terakhir menjadi ujian berat. Setelah mencetak 19 gol dan dinobatkan sebagai pemain terbaik versi PFA serta pemain terbaik liga pada musim 2023-24, performanya merosot. Musim lalu ia hanya mencetak 10 gol dan gagal mencetak gol dalam 31 penampilan terakhirnya untuk klub dan tim nasional.
Kepergian Guardiola dan masuknya Maresca menjadi titik balik. Maresca bukan wajah asing bagi Foden; ia pernah bekerja di akademi City dan menjadi asisten pelatih tim utama. Kedekatan ini diakui Foden membantu proses adaptasi. "Saya mengenalnya dengan baik dan tahu karakternya. Itu sangat membantu," kata Foden. Maresca pun memberi perhatian khusus, bahkan menghubungi Foden setelah ia dicoret dari skuad Inggris untuk Piala Dunia 2026. Sikap tersebut dinilai Foden menunjukkan kepedulian pelatih asal Italia itu terhadap pemainnya.
Konteks Indonesia: Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, performa Foden selalu dinanti, terutama di kompetisi Eropa yang banyak disiarkan. Kebangkitan Foden di bawah Maresca bisa menjadi tontonan menarik, sekaligus indikator apakah City mampu mempertahankan dominasi di Premier League tanpa Guardiola. Selain itu, gaya bermain Foden yang lincah dan kreatif kerap menjadi inspirasi bagi pemain muda Indonesia yang bercita-cita berkarier di Eropa.
Maresca menegaskan peran penting Foden dalam skuadnya. "Phil sangat penting, seperti pemain lainnya. Saya tahu betapa bagusnya dia sejak dulu. Tugas saya adalah membantunya menjadi Phil yang kita semua inginkan," ujar Maresca. Ia menekankan bahwa kebahagiaan dan kenikmatan bermain adalah kunci utama. Jika Foden merasa baik, ia bisa membantu tim meraih gelar.
Meski kehilangan sosok sentral seperti Guardiola, kapten Bernardo Silva, dan bek John Stones, Foden tetap optimistis. "Saya pikir kami bisa memenangkan segalanya, meski itu sulit. Kami masih memiliki tim yang luar biasa," katanya saat peluncuran kostum tandang baru Puma di Hong Kong. Keyakinan ini menjadi modal berharga bagi City yang akan memulai musim dengan laga uji coba melawan Inter Milan akhir pekan ini.
Pertanyaan besarnya kini: akankah Foden mampu kembali ke performa terbaiknya dan membawa City meraih gelar di era Maresca? Atau justru tekanan dan perubahan akan semakin menenggelamkannya? Musim depan akan menjadi jawabannya.



