Crystal Palace Serius Buru Odilon Kossounou: Pengganti Ideal Lacroix?
Baca dalam 60 detik
- Crystal Palace telah mengajukan pendekatan serius untuk merekrut bek Atalanta, Odilon Kossounou, menyusul kepergian Maxence Lacroix ke Chelsea.
- Kossounou, yang pernah merasakan gelar Bundesliga tanpa kekalahan bersama Leverkusen, dianggap sebagai opsi berpengalaman untuk mengisi lubang di lini pertahanan The Eagles.
- Keputusan Atalanta untuk melepas pemain asal Pantai Gading itu akan bergantung pada rencana taktik pelatih baru Maurizio Sarri.

Crystal Palace tengah bergerak cepat untuk menambal lubang di lini pertahanan setelah Maxence Lacroix resmi hengkang ke Chelsea dengan nilai transfer mencapai 52 juta poundsterling. Klub asal London selatan itu dilaporkan telah mengirimkan pendekatan serius untuk merekrut bek Atalanta, Odilon Kossounou, sebagai kandidat pengganti yang potensial.
Kepergian Lacroix, yang diboyong dari Wolfsburg seharga 18 juta poundsterling pada 2024, memberikan keuntungan finansial besar bagi Palace. Namun, kehilangan pemain yang telah membuktikan diri di Premier League dan memahami sistem tiga bek Oliver Glasner bukanlah perkara mudah. Lacroix menjadi pilar penting dalam keberhasilan Palace meraih Piala FA dan Liga Conference, dengan catatan 55 penampilan musim lalu.
Kini, tugas berat tersebut berada di pundak Pierre Sage, pelatih anyar yang menggantikan Glasner pada musim panas ini. Sage, yang sebelumnya menukangi Lyon dan Lens, harus membangun kedalaman skuad untuk menghadapi kompetisi Eropa. Selain Kossounou, Palace juga sempat dikaitkan dengan Takehiro Tomiyasu dan Chrislain Matsima, namun kedua opsi tersebut belum membuahkan hasil.
Kossounou, yang kini berusia 25 tahun, bukanlah nama asing bagi pengamat sepak bola Eropa. Ia sempat menjadi bagian penting dari skuad Bayer Leverkusen yang tak terkalahkan di Bundesliga pada musim 2023/24, sekaligus meraih gelar ganda domestik. Pengalamannya bersama tim nasional Pantai Gading, termasuk menjuarai Piala Afrika 2023, menjadi nilai tambah yang signifikan.
Setelah dipinjamkan ke Atalanta pada Agustus 2024, Kossounou sempat menunjukkan adaptasi yang baik di bawah Gian Piero Gasperini. Namun, cedera tendon pada Januari lalu mengganggu konsistensinya. Meski Atalanta akhirnya mempermanenkan pemain tersebut, musim lalu ia hanya tampil 19 kali di Serie A dengan 10 di antaranya sebagai starter. Masalah otot yang berulang membuat performanya belum stabil.
Menurut laporan Tutto Atalanta, Palace telah melakukan pendekatan serius untuk mengetahui situasi Kossounou. Newcastle United juga dikabarkan tertarik dalam beberapa pekan terakhir, namun Palace menjadi klub Inggris terbaru yang bergerak. Keputusan Atalanta untuk melepas pemainnya akan sangat bergantung pada rencana Maurizio Sarri, pelatih baru yang tengah merancang formasi empat bek. Jika Sarri menilai Kossounou tidak cocok, maka penjualan bisa menjadi opsi untuk mendanai rekrutan lain.
Dari sudut pandang Indonesia, pergerakan transfer ini menarik untuk disimak karena menunjukkan bagaimana klub-klub Eropa berlomba memperkuat diri di tengah bursa transfer yang kompetitif. Bagi penggemar sepak bola Tanah Air, kabar ini juga menjadi pengingat bahwa persaingan di level tertinggi Eropa tidak hanya melibatkan klub-klub besar, tetapi juga tim-tim seperti Crystal Palace yang berani berinvestasi demi meraih prestasi.
Kossounou, dengan pengalaman di liga-liga top Eropa dan kontribusinya di pentas internasional, bisa menjadi aset berharga bagi Palace. Namun, catatan cederanya yang kurang meyakinkan membuat langkah ini tetap berisiko. Apakah Palace akan berani mengambil risiko tersebut, atau justru mencari alternatif lain yang lebih aman? Keputusan akhir akan menjadi penentu arah kebijakan transfer klub di sisa bursa musim panas ini.



