Iraola Mulai Tanam Tanda Tangan di Liverpool: Intensitas Latihan, Isu Ruang Ganti, dan Ujian Terakhir di Chicago
Baca dalam 60 detik
- Pelatih baru Liverpool, Andoni Iraola, menunjukkan gaya kepelatihan berintensitas tinggi pada sesi latihan terbuka di Chicago, menandai perubahan pendekatan dibanding era sebelumnya.
- Ketegangan antara Dominik Szoboszlai dan Curtis Jones usai laga melawan Wrexham menjadi sorotan, namun keduanya tampak rukun kembali di latihan, mengindikasikan konflik mereda.
- Liverpool akan menghadapi Leeds pada laga pamungkas tur pramusim di AS, dengan Alexander Isak, Florian Wirtz, dan Ryan Gravenberch diharapkan tampil setelah absen di laga sebelumnya.

Di tengah mendung Chicago, Andoni Iraola memimpin sesi latihan terbuka pertamanya sebagai manajer Liverpool di pusat performa Chicago Fire. Di lapangan sebelah, Robert Lewandowski yang kini membela tim tuan rumah, terlihat berlatih penalti. Momen ini menjadi simbol dimulainya era baru di Anfield, di mana tuntutan intensitas dan kedisiplinan taktis mulai terlihat jelas.
Iraola, yang ditunjuk menggantikan Arne Slot, langsung menunjukkan gaya khasnya: terlibat aktif, berteriak meminta umpan-umpan pendek, dan terus mendorong pemain untuk bermain lebih cepat. Latihan yang berlangsung sekitar dua jam itu diisi dengan drill possession dan game sembilan lawan sembilan, dengan fokus pada transisi cepat dan pressing ketat. Bagi pengamat, ini adalah sinyal bahwa Liverpool musim ini akan bermain dengan tempo tinggi, mirip dengan pendekatan yang ia terapkan di Bournemouth.
Namun, yang paling menarik perhatian adalah dinamika ruang ganti. Video yang beredar di media sosial memperlihatkan Dominik Szoboszlai dan Curtis Jones terlibat adu mulut usai kemenangan 1-0 atas Wrexham. Isu pemicunya adalah keputusan Szoboszlai memberikan ban kapten kepada Kostas Tsimikas, bukan Jones. Meski Szoboszlai meredam dengan mengatakan semua pemain menginginkan yang terbaik untuk klub, kejadian ini menjadi pengingat bagi Iraola untuk segera menunjuk wakil kapten baru setelah kepergian Andy Robertson.
Kembalinya Alexander Isak, rekrutan termahal klub, ke sesi latihan menjadi kabar baik. Ia bersama Wirtz dan Gravenberch diprediksi tampil melawan Leeds. Sementara itu, Jeremy Jacquet yang cedera bahu sejak Februari masih menjalani program pemulihan di gym, dan statusnya untuk laga akhir pekan belum pasti. Joe Gomez, yang mengalami cedera, juga hanya berlatih di dalam ruangan.
Kehadiran Mike Gordon, presiden Fenway Sports Group, di sela latihan menegaskan dukungan manajemen terhadap Iraola. Gordon yang kembali mengawasi operasional Liverpool diyakini akan hadir dalam laga melawan Leeds. Di luar lapangan, Iraola juga mulai membangun hubungan dengan legenda klub. Dalam acara makan malam tim, ia terlihat berbincang akrab dengan Phil Thompson dan Robbie Fowler. Thompson, yang memenangkan tiga Piala Eropa bersama Liverpool, mengaku diskusi mereka mencakup rencana musim depan dan hal-hal pribadi. Bagi Iraola, menghormati para legenda adalah bagian dari budaya klub yang ia pelajari.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, perubahan gaya kepelatihan di Liverpool ini menarik untuk disimak. Banyak pemain Asia Tenggara, termasuk Indonesia, yang menjadikan Premier League sebagai tolok ukur. Gaya pressing tinggi yang diterapkan Iraola bisa menjadi referensi bagi pelatih lokal dalam mengembangkan permainan modern. Selain itu, ketegangan di ruang ganti yang cepat mereda menunjukkan pentingnya manajemen ego pemain, pelajaran yang relevan bagi klub-klub di Indonesia yang kerap menghadapi isu serupa.
Dengan tiga pekan tersisa sebelum laga perdana Premier League, Iraola masih punya pekerjaan rumah: menentukan wakil kapten, memastikan kebugaran pemain kunci, dan menyatukan skuat. Pertanyaannya, mampukah ia menerjemahkan intensitas latihan ini menjadi hasil di lapangan saat musim resmi bergulir? Jawabannya akan mulai terlihat di Soldier Field, Minggu nanti.



