Emma Raducanu Dipastikan Absen di US Open 2025 akibat Retak Tulang Kaki
Baca dalam 60 detik
- Petenis Inggris Emma Raducanu dipastikan batal tampil di US Open 2025 karena cedera retak tulang kaki kanan yang sama yang membuatnya mundur dari Wimbledon.
- Cedera yang dialami sejak Juni ini memaksanya menjalani rehabilitasi intensif, sementara undian utama US Open akan bergulir dalam empat pekan ke depan.
- Absennya Raducanu di turnamen Grand Slam terakhir tahun ini menambah daftar panjang cedera yang menghambat kariernya sejak menjuarai US Open 2021.

Mantan juara US Open, Emma Raducanu, dipastikan melewatkan turnamen Grand Slam tahun ini setelah cedera retak tulang (stress fracture) pada kaki kanannya belum pulih. Kabar ini dilaporkan media Inggris pada Senin (3/8) dan menjadi pukulan telak bagi petenis berusia 23 tahun yang tengah berusaha bangkit dari serangkaian cedera.
Raducanu, yang mengejutkan dunia dengan gelar US Open 2021, saat ini menjalani rehabilitasi intensif. Undian utama turnamen yang berlangsung di Flushing Meadows, New York, itu dijadwalkan mulai dalam empat pekan. Perwakilan Raducanu belum memberikan komentar resmi, namun kabar ini sudah beredar luas di kalangan penggemar tenis.
Musim 2025 menjadi mimpi buruk bagi Raducanu. Sejak awal tahun, ia harus berjuang melawan cedera kaki kanan yang dideritanya sejak musim lalu. Cedera itu mengganggu persiapannya memasuki musim baru. Pada Februari, ia terserang penyakit yang memaksanya absen lebih dari dua bulan. Kemudian pada Juni, ia mengalami retak tulang yang sama yang akhirnya membuatnya mundur dari Wimbledon.
Kondisi ini tentu menjadi kekhawatiran besar bagi para penggemar tenis Indonesia yang selama ini mengagumi permainan Raducanu. Meski bukan petenis Asia, Raducanu memiliki basis penggemar yang cukup besar di Indonesia berkat gaya bermainnya yang atraktif dan kisah perjuangannya yang inspiratif. Absennya Raducanu juga berarti persaingan di sektor putri US Open akan kehilangan salah satu nama besarnya, membuka peluang bagi petenis lain untuk bersinar.
Menurut analis tenis, cedera beruntun yang dialami Raducanu menunjukkan bahwa tubuhnya belum mampu menahan beban kompetisi level tertinggi secara konsisten. Sejak menjuarai US Open 2021, ia kerap absen dalam berbagai turnamen akibat cedera. Hal ini menjadi ironi, mengingat usianya yang masih muda dan potensinya yang besar. Beberapa pihak menilai Raducanu perlu mengubah pendekatan dalam hal kebugaran dan manajemen jadwal agar bisa tampil stabil.
Absennya Raducanu di US Open juga berdampak pada peringkatnya di WTA. Ia diprediksi akan turun peringkat, mengingat poin dari gelar juara 2021 sudah lama kedaluwarsa. Namun, yang lebih penting adalah proses pemulihannya. Pertanyaannya, apakah ia bisa kembali ke performa terbaiknya? Atau akankah cedera ini menjadi penghalang berkepanjangan dalam kariernya?
Bagi pecinta tenis di Indonesia, kehilangan Raducanu tentu mengurangi daya tarik turnamen. Namun, ini juga menjadi kesempatan bagi petenis-petenis muda untuk menunjukkan kemampuan mereka di panggung terbesar. Kita berharap Raducanu dapat pulih sepenuhnya dan kembali beraksi di lapangan, karena tenis putri membutuhkan rivalitas yang sehat dan menarik.



