Venezia Amankan Bek Maroko Redouane Halhal dengan Nilai Transfer €5 Juta
Baca dalam 60 detik
- Venezia resmi mendatangkan bek serba bisa asal Maroko, Redouane Halhal, dari KV Mechelen dengan nilai transfer sekitar €5 juta plus bonus.
- Pemain berusia 23 tahun itu dijadwalkan menjalani tes medis akhir pekan ini dan telah tiba di Italia, menandai langkah awal bursa transfer musim dingin.
- Kedatangan Halhal memperkuat lini pertahanan Venezia yang tengah berjuang di papan bawah Serie A, sekaligus menambah opsi taktis bagi pelatih.

Venezia bergerak cepat di bursa transfer Januari dengan mengamankan jasa bek internasional Maroko, Redouane Halhal, dari klub Belgia KV Mechelen. Kesepakatan senilai sekitar €5 juta plus bonus ini menjadi sinyal ambisi klub promosi tersebut untuk bertahan di Serie A musim ini.
Pemain berusia 23 tahun itu dikabarkan telah tiba di Italia pada Jumat malam dan akan menjalani tes medis pada Sabtu. Jika seluruh pemeriksaan berjalan lancar, kontrak akan ditandatangani akhir pekan ini. Menurut laporan Sky Sport Italia, nilai transfer mencapai €5 juta dengan tambahan bonus berdasarkan performa.
Halhal bukan nama asing di kancah sepak bola Eropa. Lahir di Prancis, ia menimba ilmu di akademi Montpellier sebelum pindah ke Belgia pada 2024. Sebelum bersinar di KV Mechelen, ia sempat dipinjamkan ke Helmond Sport di Belanda. Musim lalu, ia tampil impresif dengan 34 penampilan kompetitif, mencetak satu gol dan dua assist.
Kedatangannya memberikan fleksibilitas bagi lini belakang Venezia. Meski berposisi utama sebagai bek tengah, Halhal juga bisa dimainkan sebagai bek kanan atau kiri. Kemampuan multitasking ini menjadi nilai tambah bagi tim yang kerap kesulitan menghadapi tekanan tim-tim besar Serie A.
Kontrak Halhal di KV Mechelen sebenarnya akan berakhir pada akhir musim ini. Keinginannya untuk mencoba tantangan baru di liga yang lebih kompetitif menjadi faktor utama kesepakatan ini terwujud. Ia juga telah merasakan atmosfer Piala Dunia 2026 bersama Timnas Maroko, tampil dalam dua pertandingan sebagai starter.
Bagi pengamat sepak bola Italia, langkah Venezia ini dinilai cerdas. Mereka tidak hanya merekrut pemain muda dengan potensi besar, tetapi juga mengamankan aset yang bisa dijual kembali dengan harga lebih tinggi. Di tengah persaingan ketat di papan bawah, kehadiran pemain dengan pengalaman internasional seperti Halhal bisa menjadi pembeda.
Di sisi lain, Venezia juga dikabarkan hampir melepas Ahmed Sidibé ke Guimaraes dengan skema pinjaman plus opsi pembelian. Ini menunjukkan manajemen klub tengah melakukan perombakan skuad untuk mencari keseimbangan antara pengalaman dan darah muda.
Bagi pembaca di Indonesia, transfer ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub-klub Eropa memanfaatkan bursa transfer untuk memperkuat tim di tengah musim. Selain itu, performa pemain Afrika Utara seperti Halhal bisa menjadi inspirasi bagi pesepak bola Asia Tenggara yang ingin menembus liga top Eropa.
Dengan sisa musim yang masih panjang, akankah Halhal mampu menjadi pilar pertahanan Venezia dan membantu timnya keluar dari zona degradasi? Jawabannya akan terlihat dalam beberapa pekan ke depan.



