Nottingham Forest dan Newcastle Bersaing Rebut Arthur Dias, Bek 19 Tahun yang Siap ke Eropa
Baca dalam 60 detik
- Nottingham Forest dan Newcastle United dikabarkan bergabung dalam perburuan bek muda Athletico Paranaense, Arthur Dias, yang juga diminati Tottenham Hotspur.
- Dias, 19 tahun, telah mencatatkan 49 penampilan senior dan dianggap sebagai prospek siap pakai, mirip dengan Murillo yang sukses di Forest.
- Persaingan ketat dengan klub-klub Eropa lain membuat Forest harus bergerak cepat jika ingin mengamankan jasa pemain asal Brasil itu.

Nottingham Forest dan Newcastle United dilaporkan ikut dalam perlombaan mendapatkan tanda tangan bek muda Athletico Paranaense, Arthur Dias, yang juga menjadi incaran Tottenham Hotspur. Menurut laporan TeamTalk, kedua klub Premier League tersebut bergabung dengan sejumlah tim Eropa lain yang telah lebih dulu memantau pemain berusia 19 tahun itu.
Dias bukan nama baru di sepak bola Brasil. Sejak menembus tim utama Athletico Paranaense, ia telah mengoleksi 49 penampilan di level senior. Catatan itu menandakan bahwa ia bukan sekadar bakat potensial, melainkan pemain yang sudah terbiasa dengan tekanan kompetisi profesional. Klub-klub peminatnya pun tidak main-main: selain Tottenham yang disebut sebagai favorit dari Inggris, ada RB Leipzig, Bayer Leverkusen, Como, Atalanta, Atletico Madrid, dan Benfica yang turut memantau.
Bagi Forest, ketertarikan terhadap Dias bukan tanpa alasan. Manajer Oliver Glasner menghadapi masalah di lini belakang: dari empat pertandingan awal Premier League, timnya hanya mencatat satu clean sheet, itupun melawan Tottenham yang belum mencetak gol sama sekali. Kemenangan 2-1 atas Aston Villa pada akhir pekan lalu memang menjadi angin segar, tetapi soliditas pertahanan tetap menjadi pekerjaan rumah. Pemilik klub, Evangelos Marinakis, dikenal tidak ragu menggelontorkan dana besar, baik di jendela musim panas maupun musim dingin. Pencarian bek tengah baru pun menjadi prioritas.
Sejak keberhasilan Murillo, Marinakis disebut getol memburu permata dari Amerika Selatan. Murillo, yang juga berasal dari Brasil, menjelma menjadi pilar penting Forest berkat kemampuan membaca permainan dan keberaniannya membangun serangan dari belakang. Dias memiliki karakteristik serupa: sama-sama agresif dalam merebut bola dan berani mengambil risiko dengan umpan-umpan terobosan. Jika Forest berhasil mendatangkannya, ia berpotensi menjadi penerus Murillo di jantung pertahanan.
Namun, jalan Forest tidak akan mulus. Tottenham disebut sebagai yang terdepan di antara klub Inggris, sementara tim-tim Eropa daratan memiliki daya tarik tersendiri, terutama dalam hal kompetisi Eropa dan pengembangan pemain muda. Newcastle juga tengah membangun skuad untuk jangka panjang dan memiliki sumber daya finansial yang mumpuni. Persaingan ini bisa berlangsung hingga jendela transfer Januari, bahkan hingga musim panas 2027.
"Dias adalah tipe pemain yang siap melangkah ke level lebih tinggi. Klub-klub Eropa sudah lama mengamatinya, dan kepindahan pada Januari bukan hal yang mustahil," ujar seorang sumber yang dekat dengan proses negosiasi, seperti dikutip dari laporan tersebut.
Bagi pembaca di Indonesia, saga transfer ini mencerminkan betapa sengitnya perburuan talenta muda Amerika Selatan. Klub-klub Premier League, termasuk Forest dan Newcastle, semakin gencar mencari pemain dari Brasil, Argentina, dan Uruguay karena dinilai lebih terjangkau dibandingkan pemain Eropa yang sudah mapan. Tren ini juga membuka peluang bagi klub-klub Asia, termasuk Indonesia, untuk menjadikan Amerika Selatan sebagai pasar transfer yang potensial, meskipun dengan daya saing finansial yang berbeda.
Ke depan, keputusan Dias akan menjadi indikator arah kebijakan rekrutmen klub-klub menengah Premier League. Apakah Forest mampu meyakinkan sang pemain untuk memilih proyek mereka, atau justru Tottenham dan tim-tim Eropa yang lebih dulu bergerak? Yang jelas, bek 19 tahun itu kini berada di pusat perhatian, dan langkah selanjutnya akan menentukan kariernya.



