Adzic Menuju Sassuolo: Juventus Setuju Pinjam dengan Opsi Beli
Baca dalam 60 detik
- Vasilije Adzic dikabarkan telah menyetujui pindah ke Sassuolo, dengan kesepakatan pinjaman plus opsi pembelian permanen.
- Kedua klub akan merampungkan detail transfer dalam beberapa hari ke depan, termasuk klausul penjualan kembali bagi Juventus.
- Langkah ini bagian dari perombakan skuad Juventus yang juga kedatangan Kolo Muani dan Alajbegovic, serta pelepasan Joao Mario.

Juventus dan Sassuolo dikabarkan telah mencapai titik temu dalam negosiasi transfer gelandang muda Vasilije Adzic. Menurut laporan jurnalis transfer Gianluca Di Marzio, pemain berusia 18 tahun itu telah memberikan restu untuk bergabung dengan Neroverdi, dan kesepakatan diperkirakan rampung pada awal pekan depan.
Kesepakatan yang tengah disusun berbentuk pinjaman awal dengan opsi pembelian permanen. Jika opsi tersebut dieksekusi, Juventus akan menyertakan klausul penjualan kembali (sell-on clause) sebagai bentuk proteksi nilai jangka panjang. Kontrak pemain disebutkan akan berdurasi hingga musim panas 2031, sebuah komitmen jangka panjang yang menunjukkan keyakinan Sassuolo terhadap potensi pemain asal Montenegro tersebut.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi Juventus untuk merampingkan skuad sekaligus memberi ruang bagi pemain muda berkembang. Adzic, yang sebelumnya diproyeksikan sebagai salah satu talenta masa depan Bianconeri, akan mendapatkan menit bermain reguler di Serie B bersama Sassuolo—sebuah klub yang dikenal gemar mengasah pemain muda sebelum dijual dengan harga lebih tinggi.
Bagi Sassuolo, kedatangan Adzic bukan sekadar tambahan amunisi. Klub yang baru terdegradasi ke Serie B itu tengah membangun ulang tim dengan target promosi cepat. Rekrutan seperti Adzic diharapkan menjadi motor serangan dan aset berharga yang bisa dijual kembali dengan keuntungan besar, mengikuti jejak pemain seperti Manuel Locatelli atau Domenico Berardi yang pernah bersinar di klub tersebut.
Di sisi lain, bursa transfer Juventus sedang ramai. Randal Kolo Muani dan Kerim Alajbegovic telah tiba di Turin untuk menjalani tes medis, sementara Joao Mario dikabarkan semakin dekat dengan kepindahan ke Fiorentina. Aktivitas ini menunjukkan ambisi Juventus untuk merombak tim di bawah arahan pelatih Thiago Motta, dengan fokus pada pemain yang sesuai filosofi permainan mereka.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan ini menarik untuk dicermati karena menunjukkan bagaimana klub-klub Eropa mengelola talenta muda. Pola pinjaman dengan opsi beli dan klausul penjualan kembali menjadi model bisnis yang efektif, terutama bagi klub dengan sumber daya terbatas. Hal ini bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Indonesia dalam mengembangkan pemain muda, baik di level domestik maupun internasional.
Ke depannya, publik menantikan apakah Adzic mampu membuktikan diri di Sassuolo dan kembali ke Juventus dengan pengalaman matang, atau justru menjadi batu loncatan bagi klub lain. Yang jelas, keputusan ini menegaskan bahwa Juventus tidak ragu melepas pemain muda demi perkembangan karier mereka—sebuah strategi yang mungkin akan semakin sering terlihat di era sepak bola modern.



