Pengejaran KKB di Tolikara: Tiga Pekerja Jalan Tewas, TNI-Polri Bergerak
Baca dalam 60 detik
- Serangan KKB di Tolikara menewaskan empat pekerja proyek jalan, memicu operasi gabungan TNI-Polri.
- Kelompok Botak Wanimbo dan Teranus Enumbi menjadi target utama pengejaran aparat keamanan.
- Insiden ini menyoroti risiko keamanan bagi proyek infrastruktur strategis di Papua Pegunungan.

Pasukan gabungan TNI-Polri kini memburu kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang menyerang kamp pekerja jalan di Distrik Wokini, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan. Serangan yang terjadi Minggu (2/8) malam itu menewaskan empat karyawan PT SHJ, kontraktor yang tengah menggarap proyek pengerjaan jalan di wilayah tersebut.
Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Infanteri Tri Purwanto, mengonfirmasi bahwa operasi pengejaran difokuskan pada kelompok pimpinan Botak Wanimbo serta kelompok Teranus Enumbi. Kedua kelompok ini diduga kuat berada di balik aksi brutal yang menyasar warga sipil yang sedang beristirahat di lokasi proyek.
Peristiwa berdarah ini menambah panjang daftar kekerasan yang menghambat pembangunan infrastruktur di Papua. Proyek yang dikerjakan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Papua Tengah itu seharusnya menjadi penggerak ekonomi dan konektivitas, namun justru menjadi sasaran gangguan keamanan. Para korban, yang sebagian besar berasal dari luar Papua, datang untuk membangun jalan yang akan mempermudah akses masyarakat setempat.
Menurut laporan yang dihimpun, tiga karyawan yang selamat berhasil kabur ke Mulia dengan membawa jenazah tiga rekan mereka. Satu jenazah lainnya dievakuasi ke Karubaga, ibu kota Kabupaten Tolikara. Identitas keempat korban yang telah terkonfirmasi adalah Arman Sibarani, Erlin Aritonang, Alfons, dan Barengga. Mereka tewas dalam kondisi yang masih menunggu penyelidikan lebih lanjut.
Kodam XVII/Cenderawasih mengecam keras aksi kekerasan ini. Tri Purwanto menegaskan bahwa tindakan KKB telah merenggut nyawa warga sipil yang bekerja untuk kepentingan masyarakat Papua. Pihaknya berkomitmen untuk menuntaskan kasus ini dan membawa para pelaku ke pengadilan.
Insiden ini kembali mengingatkan bahwa kehadiran aparat keamanan di Papua tidak hanya untuk menjaga ketertiban, tetapi juga melindungi proyek-proyek strategis yang menjadi tulang punggung pembangunan. Serangan terhadap pekerja sipil adalah tamparan bagi upaya pemerintah mempercepat pemerataan pembangunan di daerah konflik.
Ke depan, aparat keamanan perlu memperkuat pengamanan di lokasi-lokasi proyek infrastruktur, terutama di daerah rawan seperti Tolikara. Koordinasi antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah harus ditingkatkan untuk mencegah terulangnya tragedi serupa. Pertanyaannya, akankah langkah pengejaran ini cukup untuk memberikan efek jera bagi kelompok-kelompok bersenjata yang selama ini mengganggu stabilitas keamanan di Papua?



