Jack Antonoff Tanggapi Pisah dari Margaret Qualley dengan Sindiran di Panggung
Baca dalam 60 detik
- Jack Antonoff menolak permintaan penonton untuk membawakan lagu pernikahannya dengan Margaret Qualley saat konser di Los Angeles.
- Juru bicara Qualley membantah keras rumor perselingkuhan dan ketidakpercayaan yang beredar di media.
- Publik kini menanti apakah keduanya akan tetap menjaga hubungan baik pasca perpisahan atau memilih jalur hukum.

Jack Antonoff, musisi dan produser kenamaan, secara terbuka menolak permintaan seorang penonton untuk membawakan lagu Let's Get Married dalam konser Bleachers di Troubadour, Los Angeles, Selasa (15/09). Lagu rilisan 2017 itu dikenal sebagai lagu pernikahannya dengan aktris Margaret Qualley. “Sama sekali tidak. Baca berita, kawan,” ujar Antonoff sambil tertawa, seperti terekam dalam video yang beredar. Ia lalu menambahkan bahwa ia tetap mencintai lagu tersebut karena ditulis 11 tahun silam.
Insiden itu menjadi sorotan karena mencuat di tengah kabar perpisahan keduanya yang pertama kali mencuat pada Juli lalu. Saat itu, Antonoff hadir di pernikahan Taylor Swift dan Travis Kelce tanpa Qualley, melainkan bersama saudarinya, Rachel. Beberapa hari kemudian, laporan menyebut rumah tangga mereka telah berakhir setelah hampir tiga tahun.
Juru bicara Qualley, 31 tahun, segera membantah berbagai klaim yang beredar. “Narasi yang berjalan di media tentang Margaret dan Jack sepenuhnya tidak benar. Tidak ada masalah kepercayaan. Tidak ada perselingkuhan atau apa pun di luar rasa hormat dan kemitraan dalam hubungan ini,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa keduanya masih memiliki “cinta dan kepedulian yang mendalam” dan meminta publik menghormati privasi mereka.
Sumber lain yang dikutip People magazine menyatakan bahwa pasangan ini berupaya melewati proses perpisahan dengan “kebaikan dan kesatuan”. “Mereka sangat mencintai satu sama lain dan sangat manis. Mereka menjalani proses ini dengan kebaikan dan kesatuan. Rumor yang beredar tidak benar,” ujar sumber tersebut.
Antonoff sebelumnya pernah mengungkapkan bahwa ia langsung tahu ingin menikahi Qualley saat pertama kali bertemu di sebuah pesta atap pada 2021. Dalam wawancara di The Howard Stern Show, ia menggambarkan momen itu seperti “film Hallmark yang tidak masuk akal”. Ia juga menyebut bahwa perasaan Qualley timbal balik, terbukti dari kegemaran aktris itu pada Adam Sandler sejak kecil. “Kalau kamu menganggap Adam Sandler adalah simbol seks nomor satu, maka aku bisa jadi pria untukmu,” candanya.
Respons Antonoff di atas panggung dapat dibaca sebagai upaya mengendalikan narasi publik. Di industri hiburan, perpisahan selebritas sering kali menjadi komoditas media yang sulit dikendalikan. Dengan menolak membawakan lagu yang sarat makna itu, ia sekaligus menegaskan bahwa lagu tersebut tetap miliknya secara artistik, terlepas dari dinamika hubungan pribadinya.
Bagi penggemar di Indonesia, fenomena ini mencerminkan bagaimana budaya pop global terus memantau kehidupan pribadi idola. Media sosial dan platform berita hiburan Tanah Air kerap mengangkat isu serupa, menjadikannya konsumsi sehari-hari. Hal ini juga menyoroti pentingnya batas antara karya dan privasi, yang semakin kabur di era digital.
Ke depan, publik akan menantikan apakah Antonoff dan Qualley benar-benar dapat menjaga hubungan baik seperti yang diklaim, atau apakah akan ada babak baru dalam perpisahan mereka. Yang jelas, respons Antonoff di panggung telah memberi sinyal bahwa ia tidak akan membiarkan masa lalunya menjadi bahan lelucon.



