Dua Klub Premier League Incar Cher Ndour, Fiorentina Pasang Harga Rp560 Miliar
Baca dalam 60 detik
- Aston Villa dan Newcastle United dikabarkan telah menghubungi Fiorentina untuk menjajaki transfer gelandang Cher Ndour.
- Fiorentina menetapkan banderol sekitar โฌ35 juta (Rp560 miliar) dan masih memiliki kontrak pemain hingga 2029.
- Ketertarikan pada Ndour mencerminkan tren perburuan gelandang muda bertalenta di bursa transfer Eropa.

Dua klub Liga Primer Inggris, Aston Villa dan Newcastle United, dikabarkan telah menyampaikan permintaan resmi kepada Fiorentina untuk merekrut gelandang muda Cher Ndour. Langkah ini menandai babak baru persaingan memperebutkan salah satu talenta paling menjanjikan di Serie A, dengan sejumlah klub lain juga dikabarkan antre mengamati situasinya.
Menurut laporan TEAMtalk, Aston Villa telah mengirimkan pertanyaan resmi terkait ketersediaan Ndour. Tidak hanya Villa, Newcastle United, Brighton, Crystal Palace, dan Hull City juga dikabarkan telah menjalin kontak dengan pihak Fiorentina. Situasi ini membuat masa depan Ndour di Italia semakin tidak pasti, terlebih lagi performanya yang terus menanjak sejak bergabung dengan La Viola pada 2025.
Fiorentina sendiri tidak berniat melepas pemain berusia 22 tahun itu dengan harga murah. Klub asal Florence tersebut dilaporkan memasang harga sekitar โฌ35 juta (sekitar Rp560 miliar). Meski angka itu terbilang tinggi, posisi Fiorentina cukup kuat karena Ndour masih terikat kontrak hingga 2029. Namun, ada faktor lain yang bisa memengaruhi negosiasi: Paris Saint-Germain, klub yang pernah dibela Ndour, masih memegang klausul penjualan sebesar 50 persen.
Ndour bukan nama yang benar-benar asing di sepak bola Eropa. Ia pernah menimba ilmu di akademi Benfica dan Paris Saint-Germain sebelum akhirnya menembus tim utama. Bersama Fiorentina, ia mencatatkan 33 penampilan di Serie A musim lalu, mencetak tiga gol, dan rata-rata melakukan 1,7 tekel sukses per 90 menit. Kemampuannya dalam mengcover lini tengah dan ketenangan saat menguasai bola membuatnya dianggap sebagai gelandang modern yang cocok dengan intensitas Liga Primer.
"Ndour memiliki profil yang menarik, mirip dengan Ryan Gravenberch. Seorang gelandang tengah bertinggi 6 kaki 3 inci yang bergerak lincah seperti pemain bertubuh kecil. Ia mampu menempuh jarak yang luas dan sangat nyaman menggunakan kedua kakinya, baik untuk mengumpan maupun menembak, sehingga sulit ditekan," ujar Ben Mattinson, pengamat sepak bola Como, seperti dikutip dari Football FanCast.
Bagi Aston Villa, ketertarikan pada Ndour bukan tanpa alasan. Setelah kehilangan Youri Tielemans ke Manchester United, lini tengah menjadi area yang perlu diperkuat. Villa sudah mendatangkan Johan Manzambi pada musim panas lalu, yang kebetulan memiliki agen sama dengan Ndour. Namun, manajer Unai Emery tampaknya masih mencari opsi tambahan untuk memperkuat kedalaman skuad, terutama setelah performa tim yang naik-turun di awal musim. Kemenangan 3-1 atas Coventry City di Piala Liga pada Rabu malam menjadi sinyal pemulihan, tetapi konsistensi tetap menjadi pekerjaan rumah.
Di sisi lain, Newcastle United juga tengah membangun proyek jangka panjang. Klub yang dimiliki konsorsium Arab Saudi itu ingin menambah kualitas di lini tengah untuk bersaing di kompetisi domestik dan Eropa. Ndour, dengan pengalaman bermain di Portugal, Prancis, Turki, dan Italia, dianggap sebagai investasi menjanjikan. Brighton dan Crystal Palace, yang dikenal jago dalam mengembangkan pemain muda, juga tidak ingin ketinggalan. Hull City, yang saat ini berkompetisi di Championship, mungkin menawarkan menit bermain lebih banyak, tetapi daya tarik Liga Primer tetap lebih besar.
Bagi pembaca di Indonesia, saga transfer ini menjadi cerminan bagaimana klub-klub Eropa semakin agresif memburu gelandang muda dengan harga yang terus meroket. Fenomena ini juga bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Liga 1 yang ingin mengembangkan pemain muda: pentingnya memiliki data analitik yang kuat dan jaringan pemandu bakat yang luas. Selain itu, keberadaan klausul penjualan PSG menunjukkan bagaimana klub-klub besar kini cerdik mengamankan keuntungan jangka panjang dari pemain yang mereka lepas.
Ke depan, apakah Aston Villa akan benar-benar mengajukan tawaran resmi, atau hanya sebatas penjajakan? Dengan kompetisi yang semakin ketat, keputusan Ndour bisa menjadi salah satu penentu arah kariernya. Jika ia memilih pindah ke Liga Primer, akankah ia mampu bersinar seperti yang diprediksi banyak pengamat? Waktu yang akan menjawab, tetapi satu hal yang pasti: bursa transfer musim dingin nanti akan semakin panas.



