Dokumenter Diana Unheard Hadirkan Rekaman Rahasia 1991, Tantang Narasi Korban
Baca dalam 60 detik
- Cineflix Rights mengakuisisi serial dokumenter tiga bagian Diana Unheard yang menampilkan rekaman wawancara rahasia Putri Diana dengan James Colthurst pada 1991.
- Rekaman tersebut menjadi fondasi buku kontroversial Andrew Morton dan kini dihadirkan sebagai upaya mengembalikan kendali narasi kepada Diana sendiri.
- Peluncuran perdana di MIPCOM Cannes bertepatan dengan ketegangan baru antara Istana Buckingham dan Earl Spencer terkait memoar sang adik.

Serial dokumenter terbaru tentang Putri Diana, Diana Unheard, resmi diumumkan dengan membawa klaim konten eksklusif: rekaman audio intim yang belum pernah dipublikasikan, direkam secara diam-diam pada 1991. Cineflix Rights telah mengantongi hak distribusi internasional untuk produksi tiga bagian dari rumah produksi Inggris, Love Monday TV, yang sebelumnya dikenal lewat program monarki untuk ITV dan Channel 5.
Yang membedakan proyek ini dari puluhan dokumenter Diana sebelumnya adalah sumber primernya. Produser mendapatkan akses ke percakapan rahasia antara Diana dan sahabatnya, James Colthurst, yang menjadi bahan mentah buku Diana: Her True Story karya Andrew Morton. Dalam rekaman tersebut, Diana membahas kehidupan pribadinya, hubungan dengan Pangeran Charles dan Camilla, serta Pangeran Andrew. Colthurst dan Morton sendiri tampil dalam serial ini.
Richard Life, SVP Acquisitions and Co-productions Cineflix Rights, menyatakan bahwa daya tarik utama terletak pada kesempatan mendengar "cerita Diana dalam suaranya sendiri pada titik krusial hidupnya". Narasi itu diperkuat oleh Kerene Barefield, Creative Director Love Monday TV, yang menegaskan bahwa timnya ingin menantang penggambaran Diana sebagai korban pasif. Menurutnya, Diana adalah perempuan yang mengambil kendali atas narasinya dan mempertaruhkan segalanya agar suaranya didengar.
Pengumuman ini muncul di tengah ketegangan baru di lingkaran istana. King Charles dikabarkan bereaksi keras terhadap klaim dalam buku Swan Song: Diana, My Sister karya Earl Spencer, adik Diana. Dalam buku itu, Earl Spencer mengklaim Charles pernah mengatakan bahwa dunia akan segera melupakan Diana. Istana Buckingham merilis pernyataan langka yang menyebut kesedihan fraternal dapat "mengaburkan nalar dan memengaruhi penilaian". Seorang sumber dekat raja membantah klaim tersebut, menyebutnya tidak sesuai dengan karakter Charles saat itu.
"Kami ingin menantang narasi yang terlalu sering menggambarkan Diana semata-mata sebagai korban keadaan. Ini adalah Diana yang mengambil kendali atas narasinya sendiri." โ Kerene Barefield, Creative Director Love Monday TV
Bagi pasar Indonesia, Diana Unheard berpotensi menjadi konten premium yang menarik bagi platform streaming lokal dan penyiar berlangganan. Minat terhadap kisah keluarga kerajaan Inggris tetap tinggi di Asia Tenggara, terbukti dari performa seri The Crown dan dokumenter kerajaan lainnya. Namun, sensitivitas terhadap isu privasi dan etika penggunaan rekaman rahasia bisa memicu debat di kalangan penonton dan regulator konten. Peluncuran di MIPCOM juga membuka peluang bagi distributor Indonesia untuk mengakuisisi hak siar, meski harus bersaing dengan pembeli global.
Ke depan, pertanyaannya bukan hanya apakah rekaman 1991 itu akan mengubah pemahaman publik tentang Diana, tetapi juga bagaimana istana akan merespons gelombang narasi yang kembali menempatkan konflik internal monarki di ruang publik. Jika serial ini sukses secara komersial, bukan tidak mungkin akan mendorong produksi serupa yang menggali sisi personal figur publik melalui arsip-arsip pribadiโsebuah tren yang bisa memicu perdebatan etika baru di industri dokumenter global.



