MTN Nigeria Cetak Laba Melonjak 70,6%, Dividen Interim N26 per Saham
Baca dalam 60 detik
- Laba bersih MTN Nigeria melesat 70,6% menjadi N707,5 miliar pada semester I-2026, didorong pertumbuhan data dan voice.
- Pendapatan layanan naik 25,9% melampaui target, dengan basis pelanggan bertambah 4,9 juta menjadi 92,2 juta.
- Dewan direksi menyetujui dividen interim N26 per saham, dibayarkan 7 September 2026, mencerminkan kinerja keuangan yang solid.

MTN Nigeria Plc membukukan lonjakan laba bersih hingga 70,6% secara tahunan menjadi N707,5 miliar pada paruh pertama tahun fiskal 2026, didorong oleh ekspansi pendapatan di segmen data, voice, dan fintech. Kinerja ini menegaskan ketahanan operator telekomunikasi terbesar di Nigeria di tengah tekanan makroekonomi yang masih kompleks.
Pendapatan total perusahaan naik 29,5% year-on-year menjadi N2,99 triliun, dengan pendapatan layanan tumbuh 25,9%โmelampaui panduan jangka menengah yang menargetkan pertumbuhan minimal 20% rendah. Pertumbuhan ini terjadi meskipun ada suspensi sementara layanan kredit pulsa dan data yang sempat membebani segmen fintech. Direktur Utama MTN Nigeria, Karl Toriola, menyebutkan bahwa momentum komersial tetap kuat dengan penambahan 4,9 juta pelanggan baru, sehingga total basis pengguna mencapai 92,2 juta. Pengguna data aktif juga bertambah 2,5 juta menjadi 55,7 juta, didorong oleh adopsi smartphone yang mencapai 66,4%.
Segmen data menjadi motor utama pertumbuhan dengan kenaikan 38,4%, ditopang oleh lalu lintas data jaringan yang naik 25,8% dan rata-rata pemakaian per pelanggan meningkat 15,2% menjadi 14,8 GB. Perusahaan melihat data sebagai peluang pertumbuhan struktural terbesar, dengan broadband rumah sebagai platform strategis jangka panjang melalui fiber-to-the-home (FTTH) dan 5G fixed wireless access (FWA). Sementara itu, pendapatan voice masih tumbuh 12% berkat penambahan pelanggan dan proposisi nilai yang tepat, meskipun terjadi pergeseran ke saluran OTT.
Di sisi fintech, pendapatan segmen ini justru turun 7,2% akibat suspensi layanan kredit pulsa dan data. Namun, bisnis mobile money menunjukkan progres signifikan dengan pendapatan melonjak 132% dan jumlah dompet aktif bertambah 1,3 juta menjadi 5 juta. MTN Nigeria terus melanjutkan pemisahan struktural bisnis fintech setelah mendapat persetujuan pemegang saham, yang diharapkan dapat memperbaiki fleksibilitas neraca dan mengurangi kewajiban pendanaan di masa depan. Toriola menekankan fokus pada stabilitas platform, pengalaman pelanggan, dan penetrasi pedesaan.
Dari sisi makro, naira menguat dan relatif lebih stabil pada periode tersebut, ditutup di N1.380/US$ pada akhir H1 2026 dibandingkan N1.530/US$ pada periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini membantu visibilitas perencanaan dan meredam tekanan biaya. Meskipun biaya energi masih membebani, MTN berhasil menahan pertumbuhan beban operasional hanya 11,3% dan memperluas margin EBITDA sebesar 5,3 poin persentase menjadi 55,9%. Arus kas bebas meningkat 73,9% menjadi N712,7 miliar, memperkuat kemampuan perusahaan dalam mempertahankan imbal hasil pemegang saham.
Dewan direksi telah menyetujui dividen interim sebesar N26 per saham, yang akan dibayarkan pada 7 September 2026 kepada pemegang saham yang tercatat dalam daftar pemegang saham per 20 Agustus 2026. Keputusan ini mencerminkan keyakinan manajemen terhadap keberlanjutan kinerja keuangan. Selain itu, MTN Nigeria menginvestasikan N1,4 miliar melalui yayasan untuk inklusi digital dan pemberdayaan pemuda, serta berkontribusi N622,6 miliar dalam bentuk pajak dan pungutan kepada pemerintah.
Ke depan, Toriola menyatakan bahwa prioritas perseroan adalah mempertahankan pertumbuhan pendapatan layanan, melindungi margin dalam kerangka panduan, meningkatkan pengalaman pelanggan, mempercepat eksekusi broadband rumah, dan memperkuat kinerja fintech. Dengan fundamental yang solid dan peluang struktural jangka panjang di Nigeria, MTN optimistis dapat terus menciptakan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan. Pertanyaannya, akankah momentum ini bertahan di tengah tekanan inflasi dan fluktuasi mata uang yang masih mengintai?



