De Zerbi Bocorkan Rencana 'Bomba' di Spurs: Ferran Torres Jadi Target Upgrade Lini Depan?
Baca dalam 60 detik
- Pelatih Tottenham, Roberto De Zerbi, mengakui bursa transfer klub baru rampung 60% dan masih ada satu kejutan besar (bomba) yang disiapkan.
- Ferran Torres masuk radar Spurs sebagai alternatif setelah gagal mendapatkan Eli Junior Kroupi; Barcelona terbuka melepasnya dengan nilai sekitar €73 juta.
- Perbandingan produktivitas menunjukkan Torres unggul jauh atas Dominic Solanke, yang dinilai belum sepadan dengan investasi £65 juta.

Roberto De Zerbi, pelatih Tottenham Hotspur, secara terbuka mengakui bahwa pergerakan klub di bursa transfer musim panas ini belum selesai. Ia bahkan menjanjikan satu pembelian besar yang ia sebut sebagai 'bomba'—sebuah sinyal bahwa Spurs tidak main-main dalam membangun skuad kompetitif untuk musim depan. Pernyataan ini muncul di tengah spekulasi bahwa lini serang menjadi prioritas utama, terutama setelah kegagalan mendatangkan penyerang muda Bournemouth, Eli Junior Kroupi, akibat cedera.
Menurut laporan The Athletic, rencana 'bomba' tersebut terpisah dari upaya Spurs mendatangkan Savinho dari Manchester City, yang disebut-sebut sudah sepakat secara personal sejak Januari lalu. Namun, kebutuhan akan penyerang tengah yang tajam masih menjadi pekerjaan rumah. Kroupi, yang sempat diincar dengan tawaran £80 juta, batal bergabung. Spurs pun mengalihkan fokus ke nama-nama alternatif, salah satunya adalah penyerang Barcelona, Ferran Torres.
Torres, 26 tahun, menjadi opsi menarik karena kontraknya di Camp Nou hanya tersisa hingga 2027 dan Barcelona enggan memperpanjangnya—sebab akan memicu kewajiban membayar biaya tambahan kepada Manchester City. Total biaya transfer pemain Timnas Spanyol itu diperkirakan mencapai €73 juta (£63 juta). Paris Saint-Germain disebut sebagai peminat utama, tetapi Spurs dikabarkan telah membuka komunikasi dengan perantara untuk menjajaki peluang.
Perbandingan produktivitas antara Torres dan Dominic Solanke—yang dibeli Spurs seharga £65 juta dari Bournemouth—menjadi sorotan. Torres, yang pernah menjadi pahlawan di final Piala Dunia 2022 bersama Spanyol, menunjukkan konsistensi mencetak gol di level tertinggi. Sebaliknya, Solanke kerap diganggu cedera dan hanya mencetak 9 gol Premier League dalam 25 start musim lalu. Angka tersebut jauh dari ekspektasi untuk seorang striker utama di klub sebesar Tottenham.
Kegagalan Spurs pada musim 2023/24—saat start impresif mereka memudar karena minimnya opsi di lini depan setelah kepergian Harry Kane—menjadi pelajaran berharga. De Zerbi tampaknya tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama. Dengan Richarlison sebagai satu-satunya pemain yang mencapai dua digit gol musim lalu, kedalaman skuad menjadi isu krusial. Kehadiran Torres, yang telah memenangi gelar bersama Barcelona dan Spanyol, diyakini bisa menjadi jawaban atas tumpulnya lini serang.
Namun, persaingan dengan PSG dan kemungkinan negosiasi yang alot membuat langkah Spurs belum pasti. Apakah De Zerbi akan mendapatkan 'bomba' yang dijanjikan, atau justru kembali gagal di detik-detik akhir bursa? Jawabannya akan menentukan apakah Tottenham musim depan benar-benar berbeda dari tiga tahun lalu.



