Harvey Elliott Siap Rebut 'Kesempatan Kedua' di Liverpool Usai Masa Pinjam Pahit
Baca dalam 60 detik
- Harvey Elliott kembali ke Liverpool setelah masa pinjam yang mengecewakan di Aston Villa, di mana ia hanya tampil sembilan kali karena klausul pembelian tidak dipicu.
- Gelandang 23 tahun itu kini berusaha memanfaatkan kehadiran pelatih baru Andoni Iraola untuk merebut tempat di skuad utama.
- Elliott mengaku secara mental tertekan selama di Villa, namun memetik pelajaran berharga dan tetap optimis menatap masa depan.

Harvey Elliott mengakui masa peminjamannya di Aston Villa musim lalu sebagai periode paling sulit dalam kariernya, namun kini ia bertekad merebut 'kesempatan kedua' bersama Liverpool di bawah arahan manajer anyar Andoni Iraola.
Gelandang berusia 23 tahun itu bergabung dengan Villa pada musim panas 2024 dengan opsi pembelian permanen senilai ยฃ35 juta jika ia tampil dalam 10 pertandingan. Namun, klub asuhan Unai Emery memutuskan untuk tidak mengaktifkan klausul tersebut setelah Elliott hanya bermain sembilan kali dengan total 277 menit. Emery bahkan menyebut situasi itu "memalukan bagi semua pihak".
Elliott kembali ke Merseyside lebih awal dari jadwal dan telah tampil dalam dua laga pramusim Liverpool. Ia mengaku kehadiran staf pelatih baru memberinya angin segar untuk membuktikan diri. "Ini seperti kesempatan kedua, terutama dengan pelatih baru. Saya harus tampil maksimal untuk masuk dalam rencana mereka," ujarnya setelah Liverpool mengalahkan Wrexham 1-0 di New York.
Produk akademi Fulham yang memecahkan rekor sebagai pemain termuda debut di Premier League (16 tahun) ini mengakui bahwa pengalaman di Villa menguji mentalnya. "Secara mental, itu sangat berat. Saya tidak akan mendoakan hal seperti itu terjadi pada pemain lain. Tapi saya tidak menyimpan dendam. Saya bisa melewatinya dan bahkan meraih trofi di akhir musim," kata Elliott, yang juga menjadi pemain terbaik saat Inggris U-21 juara Euro 2025.
Di Liverpool, Elliott sempat menjadi pemain reguler di era Jurgen Klopp, namun perannya berkurang pada musim 2024-25 di bawah Arne Slot (hanya 18 penampilan Premier League). Kini dengan pelatih baru, ia berharap bisa kembali bersinar. "Sejak hari pertama latihan, saya tersenyum lebar. Saya ingin bebas bermain dan menikmati sepak bola lagi. Tak ada yang lebih baik dari bermain untuk Liverpool," tegasnya.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kisah Elliott menjadi pengingat bahwa persaingan di klub besar Eropa sangat ketat. Pemain muda seperti Elliott harus berjuang keras untuk mendapatkan menit bermain, apalagi setelah mengalami kegagalan di klub lain. Kehadiran Iraola yang dikenal sebagai pelatih muda progresif bisa menjadi titik balik bagi karier Elliott.
Elliott mengaku belum berbicara dengan Iraola soal masa depannya, namun ia akan melakukannya di waktu yang tepat. "Yang terpenting sekarang adalah memastikan kondisi fisik dan mental 100 persen, serta tampil impresif di lapangan. Sisanya akan mengikuti," pungkasnya.



