Piala Dunia U-17 Wanita 2026: Maroko Siap Gelar Edisi ke-10, Kuiz Pengetahuan Digelar
Baca dalam 60 detik
- FIFA mengumumkan Piala Dunia U-17 Wanita edisi kesepuluh akan digelar di Maroko mulai 17 Oktober 2026 dengan 24 tim peserta.
- Turnamen ini menjadi tonggak sejarah karena pertama kali digelar di Afrika, sekaligus memperkuat posisi Maroko sebagai tuan rumah sepak bola wanita.
- FIFA merilis kuis interaktif untuk menguji pengetahuan publik tentang sejarah turnamen, seiring dengan pendaftaran tiket yang telah dibuka.

FIFA mengonfirmasi bahwa Piala Dunia U-17 Wanita edisi kesepuluh akan berlangsung di Maroko mulai 17 Oktober 2026, dengan 24 tim nasional bersaing memperebutkan gelar juara. Turnamen ini menjadi edisi pertama yang digelar di benua Afrika, menandai babak baru dalam perkembangan sepak bola wanita global.
Sejak pertama kali digelar pada 2008 di Selandia Baru, ajang ini telah menjadi panggung bagi talenta muda putri dari seluruh dunia. Edisi kali ini tidak hanya istimewa karena angka sepuluh yang melambangkan satu dekade penuh, tetapi juga karena ekspansi jumlah peserta dari 16 menjadi 24 tim sejak edisi 2022. Keputusan FIFA untuk memberikan kepercayaan kepada Maroko sebagai tuan rumah menunjukkan pengakuan terhadap kemajuan infrastruktur dan antusiasme sepak bola di kawasan Afrika Utara.
Bagi Indonesia, kehadiran turnamen ini menjadi pelajaran berharga. Meski Timnas U-17 Putri Indonesia belum lolos, prestasi Korea Utara yang menjadi juara bertahan (mengalahkan Spanyol di final 2024) membuktikan bahwa negara dengan program pembinaan usia dini yang kuat bisa bersaing di level tertinggi. Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) dapat menjadikan model pengembangan pemain muda dari negara-negara peserta sebagai referensi untuk meningkatkan kualitas kompetisi domestik.
Menjelang turnamen, FIFA meluncurkan kuis interaktif berisi sepuluh pertanyaan yang menguji pengetahuan publik tentang sejarah kejuaraan. Kuis ini dapat diakses melalui situs resmi FIFA dan menjadi sarana edukasi sekaligus hiburan bagi penggemar sepak bola di seluruh dunia. Langkah ini sejalan dengan strategi FIFA untuk meningkatkan engagement digital, terutama di kalangan generasi muda.
Pendaftaran minat tiket juga telah dibuka melalui portal FIFA. Mengingat kesuksesan penyelenggaraan Piala Dunia U-17 Wanita 2024 di Republik Dominika yang menarik lebih dari 100.000 penonton, Maroko diperkirakan akan menyaksikan lonjakan jumlah pengunjung. Pemerintah Maroko sendiri telah berinvestasi besar dalam renovasi stadion dan akomodasi untuk menyambut tim dan suporter dari 24 negara.
Dari sisi persaingan, beberapa tim unggulan seperti Spanyol (runner-up 2024), Jepang, dan Jerman diprediksi menjadi pesaing kuat. Namun, kejutan selalu mungkin terjadi di level U-17, di mana faktor fisik belum sepenuhnya dominan. Bagi Indonesia, meski belum berpartisipasi, ajang ini membuka peluang untuk menjalin kerja sama bilateral dengan negara peserta, khususnya dalam pertukaran pelatih dan pemain muda.
Dengan segala persiapan yang matang, Maroko 2026 berpotensi menjadi turnamen paling meriah dalam sejarah Piala Dunia U-17 Wanita. Pertanyaan besarnya: akankah Afrika akhirnya memiliki wakil di babak semifinal untuk pertama kalinya? Atau justru akan lahir juara baru dari kawasan Asia atau Eropa? Publik tinggal menunggu jawaban di lapangan hijau Maroko.



