Bursa Nigeria Melonjak Rp1,7 Triliun: Saham Asuransi Diburu Jelang Tenggat Rekapitalisasi
Baca dalam 60 detik
- Kapitalisasi pasar NGX naik 0,30% menjadi N159,99 triliun, didorong aksi beli saham asuransi menjelang batas akhir rekapitalisasi 31 Juli.
- Sepuluh dari 35 saham yang menguat berasal dari sektor asuransi, dengan Lasaco Assurance memimpin kenaikan 10%.
- Direktur Globalview Capital menilai sentimen positif dipicu ekspektasi laba kuartal II dan tren pembagian dividen interim dari laba berjalan.

Investor di bursa efek Nigeria mencatat keuntungan kolektif sebesar N481 miliar (sekitar Rp1,7 triliun) dalam sehari, setelah gelombang beli saham asuransi mendorong indeks utama menguat. Aksi borong ini terjadi hanya tiga hari menjelang tenggat waktu rekapitalisasi sektor asuransi yang jatuh pada 31 Juli 2025.
Indeks Harga Saham Gabungan (All-Share Index) Nigerian Exchange Ltd. (NGX) naik 745,81 poin atau 0,30% ke level 247.984,55, sementara kapitalisasi pasar bertambah menjadi N159,99 triliun dari N159,51 triliun pada perdagangan sebelumnya. Return year-to-date pasar pun meningkat menjadi 59,36%, dengan 35 saham menguat berbanding 24 yang melemah.
Sepuluh dari 35 saham yang menghijau berasal dari sektor asuransi. Lasaco Assurance memimpin dengan kenaikan 10% ke N2,20 per saham, disusul Trans-Nationwide Express dan Linkage Assurance yang masing-masing naik 9,93%. Sunu Assurance menguat 9,88% menjadi N3,56, dan Critical Minerals Financing Corp. naik 9,86% ke N3,79.
Di sisi lain, saham Meyer menjadi yang paling tertekan dengan koreksi 9,97% ke N16,70, disusul Mecure Industries yang turun 9,94% menjadi N56,20. ABC Transport kehilangan 9,93% ke N6,35, C&I Leasing turun 8,66% ke N5,80, dan Haldane McCall melemah 8,21% ke N3,02 per saham.
Aktivitas perdagangan juga meningkat signifikan. Sebanyak 676,92 juta saham berpindah tangan dalam 55.412 transaksi, dengan total nilai mencapai N36,43 miliar. Access Holdings Plc menjadi saham paling aktif berdasarkan volume dengan 87,54 juta saham (12,93% dari total), sementara HBM Nigeria Plc memimpin dari sisi nilai dengan transaksi N6,83 miliar (18,74% dari total).
Menurut Aruna Kebira, Managing Director Globalview Capital Ltd., lonjakan minat terhadap saham asuransi tidak lepas dari faktor batas waktu rekapitalisasi. Banyak investor yang sebelumnya menunggu kini kembali masuk setelah mendapat indikasi bahwa sejumlah perusahaan asuransi telah memenuhi ketentuan modal minimum baru, meskipun pengumuman resmi belum dirilis.
“Beberapa investor awalnya menunggu untuk melihat apa yang terjadi. Terlepas dari apakah perusahaan sudah mengumumkan atau belum, ada tanda-tanda bahwa beberapa di antaranya telah mengamankan modal yang dibutuhkan, dan itu menarik minat baru ke sektor ini,” ujar Kebira.
Ia juga menambahkan bahwa investor mulai memposisikan diri menjelang rilis laporan keuangan kuartal II yang diperkirakan solid. Tren pembagian dividen interim dari laba berjalan, bukan dari cadangan, semakin memperkuat kepercayaan pasar. “Ketika investor melihat beberapa perusahaan membayar dividen interim dari laba, kepercayaan secara alami meningkat. Pasar sudah merespons tren itu,” jelasnya.
Kebira optimistis sentimen positif akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan, didukung oleh rilis laba kuartal II, deklarasi dividen interim, dan penyelesaian proses rekapitalisasi asuransi. Ia juga mencatat bahwa investor mulai mengakumulasi saham-saham yang fundamental kuat namun relatif undervalued, sebagai persiapan menghadapi rally yang lebih luas.
Bagi pelaku pasar Indonesia, fenomena ini menjadi pengingat bagaimana momentum regulasi—seperti rekapitalisasi sektor keuangan—dapat memicu pergerakan harga yang tajam. Di Nigeria, sektor asuransi tengah bertransformasi menuju struktur permodalan yang lebih kokoh, mirip dengan dorongan konsolidasi perbankan yang pernah terjadi di Indonesia. Pertanyaan selanjutnya adalah apakah aksi beli ini hanya bersifat spekulatif jangka pendek, atau akan menjadi fondasi bagi penguatan berkelanjutan sektor asuransi Nigeria pasca-tenggat Juli.



