Gagal Tangani Timnas Italia, Andrea Pirlo Dapat Dukungan Penuh dari Dubai United
Baca dalam 60 detik
- Dubai United secara resmi menyatakan dukungan penuh kepada Andrea Pirlo setelah ia gagal menjadi pelatih kepala Timnas Italia.
- Kegagalan Pirlo disebabkan oleh protes politik terkait perannya sebagai duta merek perusahaan judi Rusia, yang juga memicu pengunduran diri Paolo Maldini dan Leonardo.
- Pirlo kini fokus mempersiapkan Dubai United untuk musim perdana mereka di ADNOC Pro League, kompetisi tertinggi sepak bola Uni Emirat Arab.

Andrea Pirlo dipastikan tetap menjabat sebagai pelatih kepala Dubai United setelah klub asal Uni Emirat Arab itu mengeluarkan pernyataan resmi yang menegaskan komitmen penuh terhadap mantan gelandang Juventus tersebut. Kepastian ini muncul setelah Pirlo gagal mengamankan posisi pelatih Timnas Italia, yang akhirnya jatuh ke tangan Roberto Mancini.
Kegagalan Pirlo untuk menggantikan Mancini di kursi panas Azzurri bukan semata-mata karena faktor teknis. Menurut sumber internal Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Pirlo sebenarnya merupakan kandidat favorit Paolo Maldini, yang saat itu menjabat direktur teknis. Maldini sempat menjajaki opsi Carlo Ancelotti dan Pep Guardiola, namun keduanya menolak. Namun, rencana tersebut kandas setelah muncul protes politik terkait peran Pirlo sebagai duta merek untuk perusahaan judi asal Rusia. Situasi ini memicu kekisruhan internal yang berujung pada pengunduran diri Maldini dan Leonardo, yang merasa otonomi pengambilan keputusan mereka tidak lagi dihormati.
Menghadapi spekulasi yang berkembang, Dubai United bergerak cepat untuk meredam isu. Dalam pernyataan resmi yang dirilis Senin (12/6), klub yang baru promosi ke ADNOC Pro League itu menegaskan bahwa pemberitaan mengenai masa depan Pirlo tidak sesuai fakta. “Kami sangat senang memiliki legenda sepak bola seperti Andrea sebagai pelatih kepala sejak musim lalu. Presiden klub Ilie Cebanu, manajemen, staf pelatih, dan pemain sepenuhnya mendukungnya. Andrea berkomitmen penuh terhadap Dubai United, dan klub juga berkomitmen penuh terhadap Andrea,” demikian bunyi pernyataan tersebut.
Keputusan Dubai United mempertahankan Pirlo menunjukkan kepercayaan penuh terhadap kapasitas taktikal pelatih berusia 44 tahun tersebut. Meski karier kepelatihannya di Italia tidak semulus saat menjadi pemain—bersama Juventus ia hanya memenangkan Coppa Italia dan Supercoppa Italiana—Pirlo dianggap berhasil membangun fondasi permainan yang menarik di Dubai. Musim lalu, ia sukses membawa klub promosi ke ADNOC Pro League, sebuah pencapaian yang dianggap penting bagi perkembangan sepak bola di Dubai.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kasus Pirlo menjadi contoh menarik tentang bagaimana faktor non-teknis—dalam hal ini politik dan hubungan dengan industri judi—dapat menggagalkan pelatih potensial. Di Indonesia, isu serupa kerap muncul terkait keterlibatan pelatih asing dengan sponsor tertentu. Namun, berbeda dengan Italia yang memiliki struktur federasi yang kompleks, klub di UEA cenderung lebih pragmatis dalam mempertahankan pelatih yang dianggap mampu memberikan hasil.
Dengan fokus penuh pada persiapan musim baru, Dubai United mengundang para pendukung untuk hadir di stadion dan menjadi bagian dari perjalanan klub di Pro League. Pertanyaan besarnya kini: mampukah Pirlo membuktikan bahwa kegagalannya di Italia hanyalah hambatan sementara, dan bahwa ia memang layak disebut sebagai salah satu pelatih muda terbaik di Asia Barat?



