Luca Koleosho Resmi Tinggalkan Burnley, Gabung Paris FC Gagalkan Ambisi Fiorentina
Baca dalam 60 detik
- Winger timnas Italia Luca Koleosho menyelesaikan transfer permanen dari Burnley ke Paris FC setelah sebelumnya dipinjamkan selama enam bulan.
- Kepindahan ini mengubur harapan Fiorentina yang mengincar pemain keturunan Nigeria-Kanada-Amerika itu untuk debut di Serie A.
- Paris FC terus memperkuat skuad dengan nuansa Italia, setelah sebelumnya merekrut Diego Coppola dan Ciro Immobile.

Luca Koleosho, pemain sayap timnas Italia yang sempat dikaitkan dengan Fiorentina, akhirnya memutuskan untuk meninggalkan Burnley dan bergabung secara permanen dengan Paris FC. Keputusan ini mengakhiri spekulasi mengenai masa depannya di Serie A, setelah ia menjalani masa peminjaman yang sukses di klub Prancis tersebut pada paruh kedua musim lalu.
Pemain berusia 21 tahun ini memulai karier profesionalnya di akademi Espanyol sebelum diboyong Burnley dengan biaya transfer โฌ3 juta pada musim panas 2023. Namun, adaptasinya di Liga Inggris tidak berjalan mulus, sehingga ia dipinjamkan ke Paris FC pada Januari lalu. Selama enam bulan di Ligue 2, Koleosho tampil dalam 18 pertandingan, mencetak tiga gol dan satu assist, yang meyakinkan manajemen Paris FC untuk mengaktifkan opsi pembelian permanen.
Fiorentina, yang sebelumnya menjadi salah satu peminat utama, harus gigit jari. Klub asal Florence itu berharap dapat memberikan pengalaman pertama Koleosho di Serie A, tetapi fakta bahwa ia sudah bermain untuk Paris FC menjadi faktor penentu. Kehadiran Koleosho di Paris FC juga memperkuat jejak Italia di klub tersebut, yang sebelumnya telah merekrut bek Diego Coppola dari Brighton & Hove Albion dan striker veteran Ciro Immobile.
Koleosho sendiri telah memutuskan untuk membela timnas Italia di level junior dan senior. Ia tercatat sudah mengoleksi dua caps bersama Gli Azzurri pada Juni 2026, meskipun ia juga memiliki darah Nigeria, Kanada, dan Amerika Serikat. Keputusan ini menunjukkan komitmennya terhadap sepak bola Italia, yang kini justru harus ia jalani di luar negeri.
Bagi pembaca di Indonesia, pergerakan pemain seperti Koleosho menjadi cerminan dinamika bursa transfer global yang kian kompetitif. Klub-klub Eropa tidak hanya bersaing untuk pemain bintang, tetapi juga pemain muda potensial yang memiliki fleksibilitas kewarganegaraan. Fenomena ini juga relevan dengan upaya naturalisasi pemain keturunan oleh PSSI untuk memperkuat Timnas Indonesia. Keberhasilan Paris FC merebut Koleosho dari incaran klub Serie A menunjukkan bahwa faktor pengalaman bermain di liga tertentu bisa menjadi penentu, sebuah pelajaran berharga bagi klub-klub Asia Tenggara yang ingin merekrut pemain diaspora.
Ke depan, Paris FC tampaknya serius membangun skuad dengan nuansa Italia. Selain Koleosho, kehadiran Coppola dan Immobile memberikan pengalaman dan kualitas di lini belakang dan depan. Pertanyaannya, mampukah Koleosho bersinar di Ligue 2 dan membawa Paris FC promosi ke Ligue 1? Ataukah langkah ini justru menjadi batu loncatan untuk kembali ke Italia di masa depan?



