Crystal Palace Kunci Transfer Takehiro Tomiyasu, Bek Gratis Berkelas Premier League
Baca dalam 60 detik
- Crystal Palace menjadi favorit untuk merekrut Takehiro Tomiyasu secara gratis setelah bek Jepang itu hengkang dari Ajax.
- Manajer Pierre Sage mengincar pengalaman dan fleksibilitas Tomiyasu yang bisa bermain di bek tengah maupun full-back.
- Kepergian Maxence Lacroix ke Chelsea dan Marc Guehi ke Manchester City membuat Palace butuh tambahan pemain bertahan.

Crystal Palace memimpin perburuan tanda tangan Takehiro Tomiyasu, bek internasional Jepang yang baru saja meninggalkan Ajax Amsterdam. Manajer Pierre Sage disebut-sebut sangat mengagumi pemain berusia 27 tahun itu karena fleksibilitas dan pengalamannya di Premier League.
Tomiyasu menghabiskan empat musim bersama Arsenal sebelum pindah ke Ajax pada 2025. Selama di London Utara, ia mencatatkan 84 penampilan dengan dua gol dan enam assist, dan pernah dipuji sebagai pemain "kelas satu" oleh Mikel Arteta. Namun, petualangannya di Belanda berjalan kurang mulus: hanya tujuh penampilan di Eredivisie musim lalu dengan total 205 menit bermain.
Meski minim menit bermain, status bebas transfer membuatnya menjadi opsi rendah risiko bagi Palace. Apalagi, tim asuhan Sage tengah kehilangan dua bek andalan: Maxence Lacroix dikabarkan segera bergabung dengan Chelsea, sementara Marc Guehi sudah pindah ke Manchester City pada Januari lalu. Situasi ini memaksa Palace bergerak cepat di bursa transfer.
Menurut laporan TEAMtalk, Palace kini berada di posisi terdepan untuk mendapatkan Tomiyasu. Liverpool, Everton, Newcastle United, dan Sunderland juga disebut berminat, namun sang pemain ingin tetap tinggal di London. Keberhasilan Palace menjuarai Europa Conference League musim lalu menjadi daya tarik tambahan karena menjamin tiket ke Liga Europa.
Keunggulan lain Tomiyasu adalah kemampuannya bermain di beberapa posisi. Selain sebagai bek tengah, ia bisa mengisi pos full-back kiri atau kanan. Ini memberi Sage opsi rotasi untuk menggantikan Tyrick Mitchell atau Daniel Munoz saat dibutuhkan. Dengan jadwal padat akibat kompetisi Eropa, fleksibilitas semacam itu menjadi sangat berharga.
Palace juga dikabarkan telah menyetujui persyaratan pribadi dengan Raphael Le Guen, bek muda Stade Brest berusia 19 tahun. Namun, tanpa pengalaman Premier League, Le Guen mungkin membutuhkan waktu adaptasi lebih lama. Tomiyasu, yang sudah malang melintang di Inggris, dinilai bisa memberikan dampak instan.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan Palace di bursa transfer ini menarik untuk diikuti. Kehadiran Tomiyasu, yang merupakan salah satu pemain Asia paling sukses di Premier League, bisa menjadi inspirasi bagi pesepak bola Tanah Air yang bermimpi menembus liga top Eropa. Selain itu, persaingan klub-klub Inggris dalam merekrut pemain Asia menunjukkan bahwa pasar sepak bola Asia kian diperhitungkan.
Dengan status bebas transfer, risiko finansial Palace minimal. Jika adaptasi berjalan mulus, Tomiyasu bisa menjadi rekrutan cerdas yang memperkuat lini belakang sekaligus memberi pengalaman Eropa. Pertanyaannya, mampukah Sage mengembalikan performa terbaik bek Jepang itu setelah semusim lebih banyak menghangatkan bangku cadangan?



