Sunderland Siapkan £25 Juta untuk Dayann Methalie: Bek Teknis Jawaban Ketajaman?
Baca dalam 60 detik
- Sunderland baru merekrut satu pemain utama musim panas ini, Thomas Meunier, meski harus tampil di Premier League dan Liga Europa.
- Klub membidik bek kiri Toulouse, Dayann Methalie, dengan banderol £25 juta untuk menambah kreativitas setelah musim lalu hanya mencetak 42 gol liga.
- Methalie, yang kalah 60% duel fisiknya, dianggap mirip Enzo Le Fee—teknis dan dinamis—dan sudah sepakat kontrak lima tahun secara personal.

Sunderland sedang dalam pembicaraan intensif untuk mendatangkan Dayann Methalie, bek kiri muda Toulouse, dengan nilai transfer sekitar £25 juta. Langkah ini menjadi sinyal bahwa klub asal Wearside itu berusaha menambal kelemahan teknis yang terlihat jelas musim lalu, meski harus bersaing di Premier League dan Liga Europa.
Sejak bursa transfer musim panas dibuka, Sunderland baru merekrut satu pemain senior: Thomas Meunier. Padahal, finis di peringkat ketujuh dan lolos ke Liga Europa menuntut kedalaman skuad yang lebih baik. Manajer Regis Le Bris dan tim rekrutmen sadar bahwa tim terlalu mengandalkan fisik—seperti Granit Xhaka, Brian Brobbey, Omar Alderete, dan Nordi Mukiele—sehingga kerap kehilangan kreativitas di lini depan. Catatan 42 gol dari 38 pertandingan Premier League menjadi bukti nyata.
Enzo Le Fee, yang bergabung musim panas lalu, menjadi satu dari sedikit pemain teknis di skuad. Gelandang serang asal Prancis itu kalah lebih dari separuh duel fisik, tetapi menyumbang lima gol dan enam assist di liga, serta satu gol di Piala FA. Kini, Sunderland ingin mengulang formula serupa dengan merekrut Methalie.
Menurut jurnalis RMC Sport Fabrice Hawkins, Sunderland telah menyepakati persyaratan pribadi dengan Methalie—kontrak lima tahun. Namun, kedua klub masih bernegosiasi soal biaya transfer. Toulouse mematok harga £25 juta untuk pemain Timnas U21 Prancis itu. Meski Methalie bukan gelandang serang, gaya bermainnya mirip Le Fee: tidak dominan secara fisik, tetapi unggul dalam penguasaan bola, dribel, dan kemampuan menciptakan peluang.
Perbandingan dengan Reinildo, bek kiri utama Sunderland musim lalu, menunjukkan kontras tajam. Reinildo memenangkan 55% duel darat dan udara, tetapi hanya menorehkan 15 dribel dan nol peluang emas. Methalie, sebaliknya, justru menonjol dalam aspek ofensif. Jika bergabung, Le Bris akan memiliki dua profil berbeda di posisi yang sama, memungkinkan rotasi taktis tergantung lawan.
Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, langkah Sunderland ini mencerminkan tren global: klub mulai meninggalkan pendekatan fisik murni dan mencari keseimbangan dengan kreativitas. Di Liga 1 Indonesia, banyak tim juga mulai melirik pemain asing dengan kemampuan teknis tinggi, seperti yang dilakukan Persija atau Persib. Meski skala berbeda, pola pikir yang sama—menyiasati keterbatasan duel dengan kecerdasan bermain—menjadi pelajaran berharga.
Apakah Sunderland akan memenuhi banderol £25 juta? Jika mengingat dampak positif Le Fee musim lalu, keputusan itu tampaknya sepadan. Namun, dengan persaingan di bursa transfer yang ketat, kesepakatan harus segera diraih sebelum jendela transfer ditutup. Satu hal pasti: Methalie bisa menjadi tambahan yang dinamis di sayap kiri Stadium of Light.



