Newcastle Siapkan Dana £26 Juta untuk Zion Suzuki, Calon Pengganti Nick Pope
Baca dalam 60 detik
- Newcastle United menggelar pembicaraan internal untuk merekrut kiper Parma, Zion Suzuki, menyusul pendekatan Ipswich Town terhadap Nick Pope.
- Suzuki, kiper timnas Jepang berusia 23 tahun, mencatat persentase penyelamatan 70,2% di Serie A musim lalu, setara dengan Pope.
- Parma membanderol Suzuki €30 juta (£26 juta), dana yang tersedia dari penjualan Sandro Tonali, memungkinkan peremajaan posisi kiper Newcastle.

Newcastle United dikabarkan telah menggelar diskusi internal untuk mendatangkan kiper Parma, Zion Suzuki, sebagai langkah antisipasi jika Nick Pope hengkang ke Ipswich Town pada bursa transfer musim panas ini.
Ipswich, yang baru promosi ke Premier League, dilaporkan telah melakukan pendekatan resmi untuk Pope. Situasi ini memaksa manajemen Newcastle mencari pengganti secepatnya. Menurut laporan The Athletic, klub asal Tyneside itu kini serius mempertimbangkan Suzuki yang membela Parma di Serie A.
Suzuki, yang lahir di New Jersey namun memperkuat timnas Jepang, sudah menunjukkan performa konsisten di Italia. Dalam dua musim terakhir, ia tampil dalam 57 pertandingan Serie A dan mencatatkan 12 clean sheet. Musim lalu, persentase penyelamatan Suzuki mencapai 70,2%—hampir identik dengan Pope yang berada di angka 70,1%. Rata-rata penyelamatan per 90 menit keduanya pun sama, yaitu 3,3 kali.
Keunggulan Suzuki dibanding kandidat lain seperti Lukas Hornicek (Braga) atau Carl Rushworth (Brighton) adalah pengalamannya di salah satu liga top Eropa. Hornicek belum pernah bermain di liga elite, sementara Rushworth lebih banyak berkarier di EFL. Suzuki, di sisi lain, sudah teruji di Serie A. Scout Como, Ben Mattinson, pernah memujinya sebagai kiper yang percaya diri, mampu memimpin pertahanan, dan memiliki distribusi bola yang sangat baik.
Newcastle tak bisa melepas Pope sebelum mendapatkan pengganti. Kontrak Pope yang berusia 34 tahun akan habis musim panas mendatang, dan gajinya mencapai £60.000 per pekan. Suzuki, yang lebih muda dan berpotensi menjadi kiper utama selama satu dekade, menjadi opsi jangka panjang yang menarik. Apalagi, Newcastle baru saja mendapatkan dana segar sekitar £100 juta dari penjualan Sandro Tonali ke Tottenham Hotspur, sehingga biaya transfer £26 juta terbilang terjangkau.
Di sisi lain, ketertarikan Newcastle terhadap Suzuki juga mencerminkan tren meningkatnya pemain Asia di kancah sepak bola Eropa. Sebagai kiper andalan Jepang, Suzuki bisa menjadi inspirasi bagi kiper-kiper muda di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, yang masih minim representasi di liga-liga top dunia. Jika transfer ini terwujud, ia akan menjadi salah satu dari sedikit kiper Asia yang bermain reguler di Premier League.
Namun, kesepakatan belum final. Newcastle masih harus menunggu kepastian kepergian Pope dan bersaing dengan klub lain yang memantau Suzuki. Selain itu, klub juga tengah mengincar bek AC Milan, Fikayo Tomori, untuk memperkuat lini pertahanan. Pertanyaannya: akankah Suzuki menjadi solusi jangka panjang di bawah mistar St. James' Park, atau justru Newcastle akan memilih opsi lain yang lebih berpengalaman di Premier League?



