Jack Grealish Tersingkir dari Tur Manchester City: Cedera dan Masa Depan Tak Pasti di Etihad
Baca dalam 60 detik
- Jack Grealish tidak dibawa dalam tur pramusim Manchester City ke Asia, menambah ketidakjelasan masa depannya di klub.
- Cedera kaki yang diderita sejak Januari lalu, ditambah kontrak yang tersisa setahun, membuat posisi gelandang 30 tahun itu kian rapuh.
- Dengan skuad muda yang dibawa pelatih baru Enzo Maresca, peluang Grealish untuk kembali ke tim utama semakin tipis.

Jack Grealish kembali menjadi pusat perhatian, namun dengan warna berbeda. Gelandang Manchester City itu tidak masuk dalam daftar 28 pemain yang terbang ke Hong Kong dan Seoul untuk menjalani tur pramusim, Selasa (22/7) waktu setempat. Keputusan ini semakin mempertegas situasi sulit yang dihadapi pemain berusia 30 tahun tersebut di Etihad Stadium.
Cedera kaki yang dialami Grealish sejak Januari lalu, saat dipinjamkan ke Everton, masih menghambat kebugarannya. Padahal, pada musim dingin lalu, ia mulai menunjukkan performa terbaiknya setelah periode sulit di bawah asuhan Pep Guardiola. Namun, cedera tersebut tidak hanya mengubur mimpinya tampil di Piala Dunia bersama Inggris, tetapi juga membuat masa depannya di Manchester City semakin tidak jelas.
Kontrak Grealish yang bernilai sekitar ยฃ300.000 per pekan hanya tersisa 12 bulan, dan belum ada tanda-tanda perpanjangan. Pelatih anyar, Enzo Maresca, memang memberikan sinyal terbuka. "Jack ada di sini, dia pemain City. Saya akan mencoba melatihnya. Kita lihat apa yang terjadi," ujar Maresca, dikutip dari BBC. Namun, pernyataan itu terkesan normatif, apalagi setelah foto-foto Grealish tengah minum-minum di siang hari muncul ke publik. Citra "party boy" sepertinya sulit lepas dari dirinya.
Nasib serupa dialami Kalvin Phillips, yang juga kembali dari masa pinjaman tidak sukses di Sheffield United. Phillips sama sekali tidak diikutsertakan dalam tur, dan City dikabarkan terbuka terhadap tawaran untuknya. Dua pemain mahal ini menjadi contoh bagaimana investasi besar tidak selalu berujung manis.
Konteks ini relevan bagi klub-klub di Asia, termasuk Indonesia, yang kerap mendatangkan pemain bintang di akhir karier. Pelajaran penting: risiko cedera dan adaptasi taktik bisa menjadi bumerang jika tidak dikelola dengan baik. Grealish, yang pernah menjadi ikon treble winner 2023, kini hanya bisa menonton dari jauh saat rekan-rekannya bersiap menghadapi Inter Milan, K-League All Stars, dan Atletico Madrid.
Maresca sendiri membawa skuad yang didominasi pemain muda, memberi mereka kesempatan untuk bersinar. Kepergian pemain senior seperti Grealish mungkin bukan kerugian besar, tetapi juga bukan tanpa konsekuensi. Pertanyaan besarnya: akankah Grealish mendapatkan kesempatan kedua di bawah Maresca, atau justru akan dilepas di bursa transfer musim panas ini? Hanya waktu yang bisa menjawab, namun sinyal dari tur ini cukup jelas.



