Nottingham Forest Ajukan Tawaran €20 Juta untuk Anan Khalaili, Alternatif Givairo Read
Baca dalam 60 detik
- Klub Premier League Nottingham Forest melayangkan tawaran €20 juta untuk Anan Khalaili, namun ditolak Union SG.
- Bek sayap Israel itu sebelumnya gagal ke Inter Milan akibat masalah medis, meski tampil gemilang di Liga Champions.
- Forest juga membidik Givairo Read dari Feyenoord sebagai opsi lebih murah, meski pemain Belanda itu rentan cedera.

Nottingham Forest kembali menggebrak bursa transfer musim panas ini dengan mengincar Anan Khalaili, bek sayap muda milik Union Saint-Gilloise yang sebelumnya sempat di ambang pintu Inter Milan. Klub asal Inggris itu dilaporkan telah mengajukan tawaran senilai €20 juta (sekitar £17 juta) kepada klub Belgia tersebut, namun proposal itu langsung ditolak.
Khalaili, 21 tahun, menjadi sorotan setelah tampil impresif di Liga Champions musim lalu bersama Union SG. Dalam delapan penampilan di kompetisi elit Eropa itu, ia berhasil mencetak tiga gol. Catatan ofensifnya di liga domestik juga tak kalah mentereng: pemain timnas Israel itu menciptakan 14 peluang emas (big chances) di Jupiler Pro League, jumlah tertinggi di skuadnya dan unggul empat peluang dari pemain terdekat.
Namun, langkah Khalaili ke Inter Milan batal setelah ia gagal dalam tes medis. Situasi itu membuka peluang bagi klub lain, termasuk Nottingham Forest, yang tengah memburu bek sayap kanan untuk mendukung skema tiga bek pelatih Oliver Glasner. Menurut sumber dari The Athletic, Forest kini menjadikan Khalaili sebagai target alternatif setelah pendekatan mereka terhadap Givairo Read, bek kanan Feyenoord, menemui titik terang. Fabrizio Romano mengonfirmasi Forest telah mengirimkan tawaran resmi sebesar €21 juta (paket) untuk Read, dan pemain berusia 20 tahun itu disebut sepakat pindah ke City Ground.
Guy Boganim, pelatih yang pernah menangani Khalaili di Maccabi Haifa, memuji mentalitas pemainnya. “Ia anak yang tidak pernah menyerah, selalu pertama datang ke latihan dan terakhir pulang. Secara mental, ia sangat kuat. Angka ofensifnya meningkat drastis dalam setahun terakhir. Ia pemenang sejati,” ujar Boganim. Pujian tersebut menegaskan potensi Khalaili, meski ada catatan merah dari kegagalan medisnya di Inter.
Dilema Forest kini terletak pada dua opsi: Khalaili yang sudah terbukti di panggung Eropa namun berisiko secara medis, atau Read yang lebih murah dan produktif namun memiliki rekor cedera mengkhawatirkan. Kedua pemain sama-sama muda dan memiliki profil ofensif yang cocok dengan kebutuhan Forest. Sementara itu, klub juga dikabarkan masih memburu penyerang tengah baru, dengan Everton striker Beto masuk dalam radar.
Di Indonesia, kabar ini bisa menjadi pembelajaran bagi klub-klub Liga 1 dalam menyikapi pentingnya pemeriksaan kesehatan pemain asing. Kasus Khalaili mengingatkan bahwa sepak bola modern tidak hanya menuntut kualitas teknis, tetapi juga kesiapan fisik yang prima. Kegagalan medis seperti yang dialami Khalaili bisa saja terjadi pada pemain incaran klub Indonesia, sehingga prosedur medical check-up yang ketat menjadi krusial.
Ke depan, pertanyaan yang muncul: apakah Forest akan meningkatkan tawaran untuk Khalaili hingga menyamai angka yang disiapkan Inter? Atau justru mengalihkan dana sepenuhnya ke Read? Keputusan ini akan menentukan seberapa dalam skuat asuhan Oliver Glasner bersaing di Premier League musim depan.



