Ibu Ben Affleck Meninggal Saat Bertandang ke Rumah Putranya
Baca dalam 60 detik
- Chris Anne Affleck, 83 tahun, tutup usia saat berkunjung ke kediaman putranya, Ben Affleck, di Los Angeles pada 2 Juni lalu.
- Penyebab kematian tercatat sebagai henti jantung yang dipicu kanker pankreas stadium lanjut yang telah dideritanya berbulan-bulan.
- Sebelum wafat, ia sempat menghadiri wisuda cucunya, sebuah momen yang sangat diidamkannya sejak didiagnosis pada Desember lalu.

Ibu dari aktor papan atas Hollywood, Ben Affleck, Chris Anne Affleck, meninggal dunia pada 2 Juni 2025 di usia 83 tahun ketika sedang bertandang ke rumah putranya di Los Angeles. Surat kematian yang diperoleh media setempat menyebutkan bahwa Chris menghembuskan napas terakhir pukul 10.52 waktu setempat saat "mengunjungi kediaman putra". Alamat yang tercantum dikonfirmasi terhubung dengan Ben Affleck.
Dokumen tersebut merinci bahwa penyebab kematian adalah henti jantung (cardiopulmonary arrest) dengan faktor kontribusi berupa adenokarsinoma pankreas yang sudah diderita selama berbulan-bulan. Chris diketahui telah didiagnosis pada Desember 2024 dan diberi prognosis hanya beberapa bulan lagi untuk hidup. Namun, ia bertekad untuk menyaksikan wisuda cucunya, dan berhasil menghadiri upacara pada 31 Meiโ hanya dua hari sebelum kepergiannya dalam tidur.
Di balik sorotan Hollywood, Chris Anne Affleck adalah sosok yang kaya akan pengabdian. Lulusan Universitas Harvard, ia mengajar di sekolah umum hingga pensiun pada 2008. Tak hanya itu, ia tercatat mengajar literasi di Mississippi selama Freedom Summer, ikut serta dalam demonstrasi anti-Perang Vietnam, dan larut dalam budaya kontra tahun 1960-an. Menurut obituarinya, nilai-nilai ini ia bawa ke dalam kelas: "Setiap murid, baik yang baru tiba dari Haiti maupun dari kalangan atas Cambridge, adalah warga yang dihargai di republik kelasnya, setara satu sama lain dan dengan dirinya sendiri."
Chris dan suaminya, Timothy, menanamkan kecintaan pada seni peran kepada kedua putra mereka, Ben dan Casey. Berprofesi sebagai manajer panggung, Timothy memperkenalkan anak-anaknya pada dunia teater. Chris sendiri percaya akting bisa menjadi cara yang baik untuk menjaga anak-anaknya tetap sibuk dan menjauh dari masalah. Bersama sahabatnya, casting director Patty Collins, ia mendorong Ben dan Casey untuk mengikuti audisi iklan, acara TV, dan produksi lokal. Peran pertama Ben adalah di iklan Burger Kingโlangkah awal menuju karier yang membawanya meraih Oscar untuk skenario asli film Good Will Hunting. Ben bahkan mengajak Chris sebagai pendamping di acara Oscar 1998. Casey pun sukses dengan perannya di Manchester By the Sea dan trilogi Ocean's Eleven.
Meski berita ini berasal dari Amerika Serikat, kepopuleran Ben Affleck di Indonesia melalui film-film seperti Batman v Superman, Argo, dan Good Will Hunting membuat kabar duka ini turut menyita perhatian penggemar Tanah Air. Di Indonesia, pemberitaan mengenai kehidupan keluarga selebriti sering menjadi konsumsi publik yang haus akan kisah humanis di balik gemerlap Hollywood. Kisah perjuangan Chris melawan kanker hingga dapat menyaksikan momen penting cucunya juga menyentuh nilai-nilai keluarga yang dijunjung tinggi di masyarakat Indonesia.
Kepergian Chris meninggalkan warisan yang tak hanya terlihat dari karier gemilang kedua putranya, tetapi juga dari dedikasinya pada pendidikan dan keadilan sosial. Ben dan Casey kini harus melanjutkan hidup tanpa sosok ibu yang menjadi fondasi awal kesuksesan mereka. Pertanyaan yang tersisa: bagaimana dua saudara ini akan mengenang dan menghormati perjuangan sang ibu di tengah hiruk-pikuk industri hiburan yang terus bergerak?



