Völler Beri Sinyal Kimmich Tetap Jadi Kapten Jerman di Era Klopp
Baca dalam 60 detik
- Direktur olahraga Jerman Rudi Völler menegaskan Joshua Kimmich layak terus memakai ban kapten meski pelatih berganti.
- Kepastian soal kepemimpinan tim nasional Jerman ditunggu jelang laga Nations League melawan Belanda pada September mendatang.
- Stabilitas kapten dianggap krusial bagi Jerman yang tengah bangkit setelah gagal di Piala Dunia 2026.

Direktur olahraga tim nasional Jerman, Rudi Völler, meyakini Joshua Kimmich akan tetap dipercaya sebagai kapten di bawah kendali pelatih anyar Jürgen Klopp. Pernyataan ini meredam spekulasi peralihan kepemimpinan di skuat Der Panzer setelah suksesi pelatih.
Kimmich ditunjuk sebagai kapten oleh Julian Nagelsmann pada September 2024 setelah Ilkay Gündogan pensiun dari sepak bola internasional. Namun, mundurnya Nagelsmann dan hadirnya Klopp membuka peluang perubahan struktur kapten. Meski demikian, Völler tak melihat urgensi untuk mengganti Kimmich. “Saya berasumsi dia akan melanjutkan peran itu,” ujar Völler dalam International Coaches’ Congress di Mainz. “Jo Kimmich telah membuktikan di banyak laga internasional bahwa dia adalah panutan, seorang kapten yang brilian.”
Klopp sendiri baru resmi menangani Jerman setelah kegagalan di Piala Dunia 2026, di mana mereka tersingkir di babak 32 besar oleh Paraguay. Pelatih asal Jerman itu menandatangani kontrak empat tahun dan akan mengumumkan skuat pertamanya untuk menghadapi Belanda di Nations League pada 24 September 2027. Laga tersebut sekaligus akan menjadi caps ke-115 bagi Kimmich, yang kini berusia 31 tahun.
Kepastian mengenai ban kapten ini penting bagi stabilitas tim Jerman. Völler menekankan bahwa Kimmich telah menjadi pemimpin alami di ruang ganti, baik melalui performa di lapangan maupun sikap profesionalnya. “Dia adalah standar pembawa, kapten yang cemerlang,” tegas Völler.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kasus kepemimpinan Jerman ini bisa menjadi pelajaran berharga. Di tengah dinamika pergantian pelatih, konsistensi figur kapten seperti Kimmich mampu menjaga moral tim. Sementara Indonesia sendiri tengah membangun fondasi tim nasional yang stabil, contoh dari Jerman memperlihatkan bahwa kesinambungan kepemimpinan dapat mempercepat proses adaptasi di bawah arahan pelatih baru.
Dengan keputusan resmi masih menunggu pengumuman Klopp, publik sepak bola Jerman tentu berharap Kimmich tetap mempertahankan ban kapten. Pertanyaan yang muncul kemudian: akankah Klopp mempertahankan tradisi atau justru membawa perubahan radikal di timnas Jerman?



