Napoli Berburu Badiashile, Chelsea Ngotot Bandel di Angka €30 Juta
Baca dalam 60 detik
- Napoli membutuhkan penjualan pemain lebih dulu sebelum bisa merekrut Badiashile karena keterbatasan finansial.
- Bek Chelsea itu hanya tampil 16 kali musim lalu dan dibanderol €30 juta, angka yang dinilai terlalu tinggi oleh klub Serie A.
- Kedua klub masih berselisih soal struktur transfer: Napoli menginginkan pinjaman dengan opsi beli, Chelsea menuntut penjualan permanen.

Napoli harus memutar otak di bursa transfer musim panas ini. Klub asal Italia itu dikabarkan serius mendekati bek Chelsea, Benoit Badiashile, namun negosiasi masih jauh dari kata rampung. Chelsea membanderol pemain Prancis itu sebesar €30 juta, sementara Napoli hanya bersedia merekrutnya dengan skema pinjaman plus opsi beli.
Menurut laporan dari Footmercato, Sport Mediaset, Fabrizio Romano, dan Sky Sport Italia, pembicaraan antar kedua klub sudah berlangsung. Namun, Partenopei tengah menghadapi batasan finansial yang ketat. Mereka tidak bisa mendatangkan pemain baru tanpa menjual terlebih dahulu. Situasi ini membuat negosiasi berjalan alot.
Badiashile, 25 tahun, hanya mencatatkan 16 penampilan di semua kompetisi musim lalu. Ia bahkan tidak masuk dalam rencana pelatih baru Chelsea, Xabi Alonso. Meski demikian, Chelsea tetap membanderolnya tinggi—€30 juta—jauh di atas perkiraan pasar. Padahal, The Blues sendiri membelinya dari AS Monaco pada Januari 2023 seharga €38 juta. Artinya, mereka bersedia rugi €8 juta asal tidak melepas dengan sistem pinjaman.
Napoli hanya sanggup jika ada kesepakatan pinjaman dengan opsi beli, bukan kewajiban. Chelsea sejauh ini menolak mentah-mentah. Real Sociedad juga disebut-sebut tertarik, namun belum ada tawaran resmi.
Karier Badiashile sempat tersendat karena serangkaian cedera otot. Ironisnya, Napoli sendiri musim lalu bermasalah dengan cedera serupa. Situasi ini menjadi tanda tanya besar: apakah langkah ini tepat bagi kedua belah pihak? Bagi Napoli, merekrut pemain dengan riwayat cedera berpotensi mengulang masalah lama.
Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, saga transfer ini menyajikan pelajaran menarik tentang manajemen keuangan klub. Napoli yang underdog di Italia harus pintar-pintar bernegosiasi agar tidak terjebak membeli pemain overprice. Di sisi lain, Chelsea yang boros di masa lalu kini mulai menerapkan disiplin harga. Sikap tegas The Blues bisa menjadi contoh bagi klub-klub Indonesia yang kerap membeli pemain tanpa pertimbangan matang. Fenomena cedera berulang juga mengingatkan betapa pentingnya medical check-up dan program pemulihan yang ketat.
Negosiasi diperkirakan masih akan berlanjut dalam beberapa pekan ke depan. Jika Chelsea tidak kunjung melunak, bukan tidak mungkin Napoli mengalihkan target ke bek lain. Atau, Real Sociedad bisa menjadi pelabuhan alternatif Badiashile. Pertanyaan besarnya: akankah Napoli berani menjual salah satu pemain bintangnya demi mendanai transfer ini?



