Mancini Kembali ke Pelatih Italia, 80% Publik Menolak
Baca dalam 60 detik
- FIGC resmi menunjuk Roberto Mancini sebagai pelatih Timnas Italia untuk periode kedua, menggantikan dirinya sendiri yang mundur pada 2023.
- Mayoritas masyarakat Italia menolak keputusan tersebut, dengan survei menunjukkan lebih dari 80% responden tidak setuju.
- Mancini akan diperkenalkan bersama direktur teknis baru Claudio Ranieri dalam konferensi pers pada Rabu 29 Juli pukul 18.00 CET.

Roberto Mancini resmi kembali menukangi Timnas Italia setelah dua tahun absen, sebuah langkah berani Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) yang langsung dihadapkan pada gelombang penolakan publik.
Presiden FIGC Giovanni Malagรฒ mengumumkan keputusan tersebut usai rapat federal, Selasa (28/7) waktu setempat. Mancini, yang membawa Italia juara Euro 2020 namun gagal lolos ke Piala Dunia 2022, akan menandatangani kontrak untuk periode kedua. Bersamanya, Claudio Ranieri menjabat sebagai direktur teknis, sebuah posisi yang sebelumnya dirancang untuk Paolo Maldini.
Langkah ini dinilai kontroversial. Sebuah jajak pendapat baru-baru ini mengungkapkan bahwa lebih dari 80% warga Italia menganggap Mancini bukan sosok yang tepat untuk memimpin kembali skuad Gli Azzurri. Malagรฒ mengakui ia mempertimbangkan angka tersebut, tetapi tetap yakin dengan pilihannya. โSaya bertanggung jawab penuh atas keputusan ini,โ ujarnya dalam konferensi pers.
Mancini dan Ranieri akan menggelar konferensi pers perdana pada Rabu pukul 18.00 CET. Dalam pertemuan itu, keduanya diharapkan memaparkan visi mereka untuk membangkitkan kembali kejayaan Italia, yang sempat meredup setelah kegagalan di kualifikasi Piala Dunia 2022.
Bagi Indonesia, dinamika ini menjadi pelajaran tentang pentingnya manajemen ekspektasi publik dalam sepak bola. Seperti di Italia, fans Tanah Air kerap bereaksi keras terhadap keputusan federasi, terutama saat timnas sedang dalam masa transisi. Kehadiran figur senior seperti Ranieri sebagai direktur teknis juga bisa menjadi model bagi PSSI untuk memperkuat struktur kepelatihan.
Malagรฒ menekankan bahwa penunjukan Ranieri tidak mengubah struktur baru Club Italia, di mana presiden FIGC sebelumnya memegang kendali penuh. โIni perubahan budaya,โ katanya. Ia juga memuji sikap Mancini dan Ranieri yang sensitif terhadap masalah anggaran.
Pertanyaan besarnya: mampukah Mancini mengulangi kesuksesan Euro 2020 atau justru mengulang kegagalan Piala Dunia? Konferensi pers besok mungkin akan memberikan sedikit gambaran. Namun satu hal pasti, tekanan publik sudah menanti.



