Kevin McHale Menyerang Fans yang Sebut Kematian Bintang Glee sebagai 'Kutukan': 'Diabolical'
Baca dalam 60 detik
- Aktor Kevin McHale mengecam keras warganet yang mengaitkan kematian lawan mainnya di Glee dengan istilah 'kurban' atau 'kutukan', menyebutnya tidak manusiawi.
- McHale menegaskan bahwa tragedi yang menimpa para pemain dan kru Glee hanyalah rangkaian kecelakaan dan kebetulan yang menyedihkan, bukan sesuatu yang bersifat mistis.
- Pernyataan ini memicu diskusi tentang etika penggemar dalam membahas tragedi idola, serta fenomena 'kutukan' yang kerap melekat pada produksi populer.

Kevin McHale, aktor yang dikenal lewat perannya sebagai Artie Abrams di serial Glee, meluapkan kemarahannya di media sosial. Ia mengecam keras komentar warganet yang menyebut kematian rekan-rekannya sebagai 'kurban' atau akibat 'kutukan' dari serial tersebut. Dalam unggahannya di X, McHale mengaku akan 'log off' karena muak dengan cara sebagian orang membicarakan tragedi yang menimpa orang-orang nyata.
Kekesalan McHale bukan tanpa alasan. Sejak Glee tayang pada 2009 hingga 2015, sejumlah nama besar yang terlibat dalam produksi itu meninggal dunia secara tragis. Cory Monteith, pemeran Finn Hudson, meninggal pada 2013 akibat overdosis obat. Lima tahun kemudian, Mark Salling yang memerankan Noah 'Puck' Puckerman mengakhiri hidupnya setelah mengaku bersalah memiliki gambar pelecehan seksual anak. Naya Rivera, yang memerankan Santana Lopez, tenggelam pada 2020 saat berlibur bersama putranya di sebuah danau.
Fenomena ini kemudian memunculkan istilah 'kutukan Glee' di kalangan penggemar. Namun, McHale menegaskan bahwa narasi semacam itu tidak hanya keliru, tetapi juga tidak manusiawi. "Cara kalian membicarakan orang yang telah meninggal sebagai 'kurban' atau 'kutukan' terkait sebuah acara TV itu benar-benar diabolical dan lepas dari kemanusiaan atau realitas," tulisnya.
Meski demikian, McHale sendiri pernah mengakui bahwa ia dan para pemain lain kerap bercanda tentang kutukan tersebut. Dalam wawancaranya di Elvis Duran Show pada 2024, ia menjelaskan bahwa humor adalah cara mereka bertahan menghadapi duka yang mendalam. "Kami membuat lelucon tentang kutukan, yang membuat banyak orang tidak nyaman. Tapi kalau tidak tertawa, kami semua akan sedih," ujarnya.
Kontroversi ini semakin memanas setelah dokumenter berjudul The Price of Glee yang tayang pada 2023 mengungkap kematian tragis lima kru produksi. Jim Fuller, second team lead, dan Paul, penanggung jawab properti, meninggal akibat serangan jantung. Mark Watson, pemeran pengganti Matthew Morrison, tewas dalam kebakaran mobil. Sementara itu, asisten produksi Nancy Motes bunuh diri, dan J.A. Byerly, rigging gaffer, mengungkap bahwa saudara dan rekannya juga meninggal karena bunuh diri setelah acara berakhir.
McHale bersikeras bahwa rentetan kematian tersebut hanyalah kebetulan dan kecelakaan yang menyedihkan. Ia menekankan bahwa hal serupa juga terjadi di produksi lain, hanya saja tidak banyak terekspos. "Ini adalah pemeran yang besar dengan banyak anak muda, dan hal-hal terjadi. Saya pikir hal-hal terjadi juga di acara lain, dan Anda bekerja dengan kru, hal-hal terjadi pada kru, tapi Anda tidak selalu mendengarnya. Saya pikir banyak kecelakaan yang sangat disayangkan dan mengerikan memang terjadi," jelasnya.
Bagi penggemar di Indonesia, fenomena 'kutukan Glee' ini mungkin terdengar familiar. Di industri hiburan Tanah Air, isu serupa juga pernah mencuat, misalnya saat sejumlah artis yang terlibat dalam sebuah produksi mengalami musibah. Namun, penting untuk diingat bahwa mengaitkan tragedi dengan hal-hal mistis tidak hanya tidak berdasar, tetapi juga bisa melukai keluarga yang ditinggalkan. McHale, melalui pernyataannya, mengajak publik untuk lebih berempati dan melihat tragedi sebagai bagian dari kehidupan yang tak terduga, bukan sebagai konspirasi atau kutukan.
Ke depannya, pertanyaan yang muncul adalah apakah fenomena seperti ini akan terus berulang di era media sosial yang semakin masif. Akankah para penggemar belajar untuk lebih bijak dalam menyikapi kabar duka, atau justru semakin mudah terpancing oleh narasi sensasional? Yang jelas, suara McHale menjadi pengingat bahwa di balik layar gemerlap, ada manusia-manusia yang berduka.



