Xbox App Hadir di TV Hisense dan VIDAA: Game Pass Tanpa Konsol Makin Terjangkau
Baca dalam 60 detik
- Aplikasi Xbox kini mendukung TV Hisense dan perangkat berbasis VIDAA OS keluaran 2024โ2026, membuka akses cloud gaming lebih luas.
- Langkah ini memperkuat strategi Microsoft untuk menjadikan Game Pass sebagai layanan lintas perangkat, mengurangi ketergantungan pada konsol.
- Bagi pasar Indonesia, kehadiran aplikasi ini berpotensi meningkatkan adopsi game streaming di tengah penetrasi smart TV yang terus tumbuh.

Microsoft kembali melebarkan sayap layanan game-nya dengan menghadirkan aplikasi Xbox di sejumlah smart TV modern. Kini, pengguna televisi merek Hisense serta perangkat yang menjalankan sistem operasi VIDAAโkhususnya model keluaran 2024 hingga 2026โdapat menikmati game melalui cloud tanpa perlu memiliki konsol fisik.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Microsoft untuk mendemokratisasi akses terhadap pustaka gimnya. Dengan berlangganan Game Pass, pengguna bisa langsung memainkan judul-judul besar seperti Forza Horizon 6 dan Halo: Campaign Evolved melalui streaming. Artinya, TV pintar yang selama ini hanya dipakai untuk menonton film atau acara TV, kini berpotensi menjadi gerbang menuju ekosistem gaming yang selama ini identik dengan perangkat khusus.
Perluasan ini tidak terjadi dalam ruang hampa. Dalam beberapa tahun terakhir, Microsoft gencar menjadikan cloud gaming sebagai ujung tombak strategi Game Pass. Setelah sebelumnya bekerja sama dengan Samsung dan LG, kini giliran Hisense dan VIDAA yang diajak bergabung. Pola ini menunjukkan bahwa Microsoft tidak lagi memandang konsol sebagai satu-satunya pintu masuk, melainkan menjadikan layanan sebagai produk utama yang bisa dinikmati di berbagai perangkat.
Bagi Indonesia, kabar ini membuka peluang menarik. Tingkat penetrasi smart TV di dalam negeri terus meningkat seiring turunnya harga perangkat dan meluasnya akses internet. Dengan hadirnya aplikasi Xbox di TV yang cukup populer seperti Hisense, masyarakat yang belum mampu membeli konsol atau PC gaming kini memiliki alternatif untuk merasakan game AAA. Namun, tantangan terbesar tetap pada infrastruktur internet. Layanan cloud gaming menuntut koneksi stabil dengan latensi rendah, sementara kualitas internet di berbagai daerah di Indonesia masih timpang.
Sejumlah analis menilai bahwa langkah Microsoft ini adalah respons terhadap persaingan ketat di industri cloud gaming. Dengan memperluas jangkauan perangkat, mereka berharap dapat menarik lebih banyak pelanggan Game Pass, terutama di kawasan Asia Tenggara yang potensi pasarnya besar. Meski demikian, belum ada kepastian kapan aplikasi ini akan tersedia secara resmi di Indonesia. Proses peluncuran bertahap yang disebutkan Microsoft bisa berarti penantian panjang bagi pengguna di negara berkembang.
Ke depan, pertanyaan yang menggantung adalah seberapa cepat Microsoft dapat menjangkau pasar negara berkembang seperti Indonesia. Jika infrastruktur internet terus membaik dan harga langganan kompetitif, bukan tidak mungkin cloud gaming akan menjadi tren baru di kalangan gamer Tanah Air. Namun, tanpa dukungan regulasi yang memadai dan investasi jaringan, kesenjangan akses bisa semakin melebar. Akankah Microsoft memprioritaskan Indonesia dalam gelombang peluncuran berikutnya? Hanya waktu yang bisa menjawab.



