Norrie Putus Tren Negatif di Meksiko, Bangkit di Turnamen Favorit
Baca dalam 60 detik
- Cameron Norrie mengakhiri enam kekalahan beruntun setelah menang straight set atas Aleksandar Kovacevic di Mifel Open.
- Kemenangan ini terjadi di Los Cabos, tempat ia meraih gelar ATP perdana pada 2021, menunjukkan kecocokan dengan lapangan cepat.
- Sementara Norrie bangkit, petenis putri Inggris Katie Boulter kembali tumbang di babak awal Citi Open, memperpanjang periode sulitnya.

Cameron Norrie akhirnya memutus rantai kekalahan beruntun yang membebaninya sejak April. Petenis asal Inggris itu menaklukkan Aleksandar Kovacevic 6-4, 6-1 pada babak pertama Mifel Open di Los Cabos, Meksiko, Rabu waktu setempat.
Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi Norrie setelah enam pertandingan berturut-turut berakhir dengan kekalahan. Terakhir kali ia merasakan kemenangan adalah di Madrid Open pada April lalu. Sejak itu, performanya merosot tajam, termasuk tersingkir di babak pertama Wimbledon oleh petenis kualifikasi Michael Zheng.
Namun, turnamen di Los Cabos seolah menjadi tempat favorit bagi Norrie. Pada 2021, ia merebut gelar ATP pertamanya di sini. Lawan kali ini, Kovacevic yang berasal dari Amerika Serikat, memang bukan lawan mudah, tetapi Norrie mampu mengatasi tekanan. Dua kali servisnya jebol di set pertama, termasuk pada game pembuka, tetapi ia cepat beradaptasi dan mendominasi set kedua hanya dengan kehilangan lima poin saat servis.
Kebangkitan Norrie menjadi angin segar bagi tenis Inggris, apalagi setelah rekan senegaranya, Katie Boulter, kembali menelan kekalahan di Citi Open di Washington DC. Boulter, yang kini menjadi petenis putri nomor dua Inggris, kalah dari Ashlyn Krueger 3-6, 6-2, 6-2. Ia sebenarnya unggul 2-0 di set penentu, tetapi kemudian kehilangan 12 poin berturut-turut dan hanya meraih empat poin setelahnya.
Bagi penggemar tenis di Indonesia, perkembangan ini mungkin tidak langsung berdampak, tetapi menunjukkan betapa sengitnya persaingan di level atas. Dominasi petenis Eropa dan Amerika masih kuat, dan kebangkitan pemain seperti Norrie bisa menjadi tolok ukur bagi petenis Asia yang ingin menembus papan atas. Turnamen Asia seperti Shanghai Masters akan menjadi ujian berikutnya bagi para pemain. Norrie sendiri akan menghadapi pemenang antara James Duckworth atau Aidan Mayo di babak 16 besar.
Ke depan, Norrie perlu mempertahankan momentum ini untuk kembali ke jalur kemenangan. Pertanyaan besarnya, apakah kemenangan di Los Cabos hanya kebetulan atau pertanda bahwa performanya mulai pulih? Jawabannya akan terlihat dalam beberapa pekan ke depan saat ia berkompetisi di turnamen-turnamen berikutnya.



