Nishikori Menang di DC Open, Pensiun Akhir Musim, dan Duet dengan Osaka di US Open
Baca dalam 60 detik
- Mantan juara DC Open Kei Nishikori membalikkan keadaan untuk mengalahkan Shang Juncheng dan meraih kemenangan perdananya di ATP tahun ini.
- Petenis Jepang berusia 36 tahun itu mengonfirmasi bahwa musim ini adalah musim terakhirnya, terdorong oleh cedera berkepanjangan pascaoperasi pinggul.
- Nishikori akan berpasangan dengan Naomi Osaka di ganda campuran US Open, menambah daya tarik turnamen Grand Slam penutup tahun.

Kei Nishikori, mantan juara DC Open dan eks petenis nomor empat dunia asal Jepang, memulai musim perpisahannya dengan kemenangan dramatis di Washington. Ia mengalahkan petenis China Shang Juncheng dengan skor 6-7(3), 6-3, 6-4 pada putaran pertama, Senin (28/7) waktu setempat, setelah tertinggal satu set lebih dulu.
Kemenangan yang berlangsung 2 jam 31 menit itu menjadi kemenangan perdana Nishikori di sirkuit ATP sepanjang tahun 2025. Ia masuk turnamen berkat wildcard dan mengaku tidak dalam performa terbaik di awal laga. Kami memulai dengan kurang stabil, tetapi mulai bermain lebih baik di set kedua. Terutama di set ketiga, saya merasa sangat solid,
ujar Nishikori seusai pertandingan.
Keputusan pensiun Nishikori di akhir musim ini sudah diumumkan sebelum turnamen, dipicu oleh cedera berkepanjangan yang menghantui kariernya. Pria kelahiran Prefektur Shimane itu telah mengalami serangkaian masalah kesehatan sejak operasi pinggul kiri pada Januari 2022. Meski kembali ke arena pada Juni 2023, ia kesulitan menemukan konsistensi dan sering tersingkir di babak awal. Ini tidak mudah, tetapi saya sudah memutuskan,
katanya.
Kabar lain yang menarik perhatian adalah rencana Nishikori berpasangan dengan Naomi Osaka di nomor ganda campuran U.S. Open 2025. Pengumuman dari panitia penyelenggara pada Senin menyebutkan bahwa pasangan Jepang ini akan berlaga dalam turnamen yang digelar sebelum babak utama tunggal. Kualifikasi ganda campuran dijadwalkan pada 24 Agustus, disusul turnamen 16 pasangan pada 25-26 Agustus. Kolaborasi dua ikon tenis Asia ini diprediksi menjadi magnet besar bagi penggemar di seluruh dunia, termasuk Indonesia yang memiliki basis penggemar tenis cukup besar.
Bagi para penggemar tenis Indonesia, kehadiran Nishikori dan Osaka di US Open menjadi tontonan istimewa. Meskipun tidak ada petenis Indonesia yang berlaga, dominasi Asia di tenis dunia terus menginspirasi generasi muda. Nishikori adalah salah satu pelopor dari Asia yang berhasil menembus papan atas ATP, sementara Osaka telah meraih empat gelar Grand Slam. Pertanyaan besarnya kini adalah sisa tenaga apa yang tersisa di tubuh Nishikori untuk menutup musim dengan gemilang? Dengan fisik yang rapuh dan semangat yang belum pudar, publik menantikan apakah ia mampu memberikan kejutan terakhir di panggung terbesarnya.



