QRIS Cross Border Tembus Enam Negara: BI Percepat Integrasi Pembayaran Digital Regional
Baca dalam 60 detik
- Bank Indonesia memperluas QRIS lintas batas ke Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok, memungkinkan transaksi langsung menggunakan mata uang lokal.
- Perluasan ini memudahkan UMKM melayani wisatawan asing tanpa uang tunai, mengurangi risiko peredaran uang palsu dan kejahatan.
- Kerja sama dengan Finnet sebagai enabler pembayaran digital memperkuat ekosistem nasional menuju inklusi keuangan yang lebih inklusif dan efisien.

Bank Indonesia (BI) resmi memperluas jangkauan QRIS Cross Border ke enam negara mitra, sebuah langkah strategis untuk memperkuat integrasi sistem pembayaran digital Indonesia di kawasan Asia. Kebijakan ini memungkinkan wisatawan dari Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok melakukan transaksi di merchant Indonesia cukup dengan memindai kode QR, tanpa perlu menukar uang tunai.
Asisten Direktur sekaligus Ekonom Senior Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, Willy Togi, mengungkapkan bahwa sejak diluncurkan pada 2019, adopsi QRIS berkembang sangat masif. Inovasi terbaru mencakup QRIS Tap berbasis teknologi NFC yang memungkinkan pembayaran cukup dengan mendekatkan perangkat. โSekarang cukup mencetak QR, wisatawan asing sudah bisa membayar secara digital,โ ujarnya dalam keterangan di Surabaya, Senin.
Langkah ini mengubah lanskap transaksi di sektor pariwisata dan UMKM. Sebelumnya, wisatawan asing sering menghadapi kendala karena tidak semua merchant menerima kartu internasional. Dengan QRIS Cross Border, pelaku UMKM tidak perlu lagi menyediakan mesin EDC mahal atau khawatir dengan risiko uang palsu. Semua transaksi tercatat secara digital, sehingga lebih aman dan transparan.
Bagi perekonomian Indonesia, perluasan ini berpotensi meningkatkan belanja wisatawan asing yang pada 2025 diperkirakan mencapai 14,5 miliar dolar AS. UMKM yang selama ini bergantung pada uang tunai kini dapat mengakses arus kas yang lebih tercatat, mempermudah akses pembiayaan, dan memperkuat daya saing di pasar global. BI menargetkan integrasi QRIS dengan negara ASEAN lainnya dan kawasan Asia Timur dalam waktu dekat.
Dalam pengembangan ekosistem ini, BI menggandeng PT Finnet Indonesia sebagai penyelenggara sistem pembayaran. Direktur Technology Product & Operation Finnet, Anton Daryono, menegaskan komitmen perusahaan sebagai digital payment enabler yang menyediakan layanan issuer, acquirer, dan payment gateway. โKami terus menyesuaikan produk dengan kebutuhan industri dan ketentuan BI, serta menghadirkan fitur seperti notifikasi transaksi dan Soundbox agar merchant lebih mudah,โ katanya.
Ke depan, tantangan terbesar adalah memastikan interoperabilitas penuh dan keamanan siber di tengah perluasan ini. BI dan penyelenggara harus mengedukasi UMKM secara masif agar manfaat QRIS Cross Border benar-benar terasa. Pertanyaan yang mengemuka: seberapa cepat adopsi oleh merchant kecil di daerah wisata? Jika berhasil, Indonesia bisa menjadi pionir pembayaran digital regional yang inklusif.



