Veddriq Leonardo Target Emas Asian Games 2026: Mental Jadi Kunci
Baca dalam 60 detik
- Veddriq Leonardo optimistis raih emas Asian Games 2026 usai persiapan matang bersama tim pelatih.
- Atlet panjat tebing fokus pada latihan mental, teknik, dan fisik untuk menghadapi persaingan ketat.
- Empat atlet speed Indonesia dikirim ke Jepang, dengan Veddriq sebagai andalan utama.

Veddriq Leonardo, peraih medali emas Olimpiade Paris 2024, membidik target tertinggi pada Asian Games 2026 Aichi-Nagoya dengan menekankan pentingnya kesiapan mental di tengah persaingan yang semakin sengit.
"Sekarang tinggal bagaimana latihan mental, karena manusia kadang naik dan turun. Jadi lebih menjaga mental," ujar atlet panjat tebing asal Kalimantan Barat itu di tempat pemusatan latihan nasional (pelatnas) di Bekasi, Jawa Barat, Senin. Menurutnya, aspek teknis dan fisik sudah terprogram, namun kestabilan psikologis menjadi pembeda di ajang sekelas pesta olahraga terbesar se-Asia tersebut, yang akan berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober 2026.
Program persiapan selama 1,5 bulan sebelum keberangkatan difokuskan pada penyempurnaan teknik gerakan, respons saat start, serta simulasi pertandingan. Tim pelatih juga telah menyusun rencana keberangkatan lebih awal ke Jepang agar para atlet memiliki waktu beradaptasi dengan lingkungan dan arena. Veddriq mengaku tidak menjalani latihan mandiri di luar jadwal tim, menunjukkan kepercayaan penuh terhadap materi yang diberikan pelatih.
Konteks Indonesia: Prestasi Olimpiade Veddriq menjadi modal berharga, namun tekanan sebagai juara bertahan bisa menjadi beban tersendiri. Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) mengirimkan empat atlet disiplin speed, yaitu Veddriq, Aditya Tri Syahria, Desak Made Rita Kusuma Dewi, dan Berthdigna Devi. Persaingan nomor speed dunia saat ini sangat ketat; setiap atlet memiliki peluang yang sama untuk menang.
Menurut Veddriq, pengalaman bertanding di Olimpiade dan Kejuaraan Asia menjadi bekal berharga. Ia percaya kematangan persiapan timnas Indonesia menjadi modal penting untuk mewujudkan target. "Persaingan memang ketat, tapi semua atlet punya peluang sama. Saya yakin dengan persiapan kami," ujarnya.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah mampukah Veddriq mempertahankan supremasi di Asia? Atau justru atlet tuan rumah Jepang atau negara lain akan memberikan kejutan? Jawabannya baru akan terjawab di arena Aichi-Nagoya tahun depan.



