Anak Stephen Mangan Kira Sang Aktor Benar-Benar Hamil: Ketika Peran Panggung Membingungkan Realita
Baca dalam 60 detik
- Putra sulung Stephen Mangan sempat mengira ayahnya tengah mengandung setelah melihat foto dirinya berperan sebagai pria hamil di panggung teater.
- Kini ketiga anak sang aktor, yang berusia 18, 15, dan 10 tahun, sudah mampu membedakan antara akting dan kenyataan.
- Kisah ini menyoroti tantangan unik yang dihadapi anak-anak dari kalangan seniman dalam memahami profesi orang tua mereka.

Seorang anak yang melihat foto ayahnya dengan perut buncit di koran langsung bertanya polos, "Apakah Ayah sedang hamil?" Itulah yang dialami Harry, putra sulung aktor asal Inggris Stephen Mangan, saat usianya masih lima tahun. Momen lucu namun membingungkan itu terjadi setelah sang aktor memerankan tokoh pria hamil dalam pertunjukan teater berjudul Birthday pada 2012.
Dalam wawancara terbaru dengan majalah HELLO!, Stephen Mangan menceritakan bagaimana sang anak yang kini berusia 18 tahun dulu begitu sulit memisahkan peran panggung dari realita. "Dia sedang di rumah temannya dan melihat foto saya hamil di koran. Begitu pulang, dia langsung bertanya, 'Apakah Ayah akan punya bayi?'" kenang Stephen. Drama Birthday karya Joe Penhall mengisahkan suami yang mengandung anak kedua karena istrinya trauma melahirkan sebelumnya. Adegan itu begitu meyakinkan hingga membuat seorang balita percaya benar-benar terjadi.
Kini, seiring bertambahnya usia, Harry dan kedua adiknyaโFrank (15) dan Jack (10)โmulai memahami seluk-beluk profesi sang ayah. Mereka bisa membedakan antara akting dan kehidupan nyata. "Sekarang mereka semakin besar, mereka mulai bisa menerima hal ini," ujar Stephen yang tahun ini genap 58 tahun.
Fenomena serupa sebenarnya tidak asing di Indonesia. Anak-anak dari kalangan artis, presenter, atau komika kerap mengalami kebingungan saat menyaksikan orang tua mereka berperan sebagai karakter tertentu di layar kaca. Psikolog anak menilai hal ini wajar karena pada usia prasekolah, anak masih berpikir konkret dan sulit membedakan fiksi dengan realita. Dukungan orang tua untuk menjelaskan secara sederhana menjadi kunci agar anak tidak mengalami kebingungan berkepanjangan.
Selain membintangi Birthday, Stephen Mangan dikenal luas lewat perannya di sitkom rumah sakit Green Wing (Channel 4), drama hukum The Split, serta serial komedi Episodes (BBC). Meski kariernya cemerlang, ia tak merasa menjadi ayah yang 'keren' di mata anak-anaknya. "Sepertinya tidak ada ayah yang dianggap keren oleh remaja, bukan? Apalagi pekerjaan saya ini agak aneh bagi orang tua," ujar Stephen yang berasal dari keluarga non-hiburan. Ia juga pernah menjadi pembawa acara Landscape Artist of the Year.
Saat ini, Stephen tengah sibuk bermain di panggung West End dalam drama komedi The Truth. Ia memerankan Michel, seorang pria yang berselingkuh dengan istri sahabatnya. Kesibukan itu mengharuskannya meninggalkan istri dan anak-anak selama enam malam dalam seminggu. Hal yang paling berat, menurutnya, adalah tidak bisa membacakan cerita pengantar tidur untuk Jack, putra bungsunya. "Saya khawatir begitu pertunjukan selesai, dia sudah tidak mau saya bacakan cerita lagi karena sudah terlalu besar," keluh Stephen.
Kisah Stephen Mangan mengingatkan kita pada dilema banyak pekerja seni: antara mengejar panggung yang cemerlang atau meluangkan waktu untuk keluarga. Di industri hiburan Indonesia, tak sedikit artis yang harus menjalani jadwal syuting padat dan syuting di luar kota, meninggalkan buah hati dalam asuhan pengasuh. Teknologi seperti video call memang membantu, tetapi kehangatan fisik tetap tak tergantikan. Pertanyaan yang mengemuka: bisakah seorang seniman menjadi bintang sekaligus orang tua yang hadir penuh untuk anak-anaknya?



